Review 8 Tahun Menggunakan MacOS

System 7 dengan Basillisk
System 7 dengan Basillisk

Masih teringat jelas dalam ingatan. Di awal tahun 2009 silam seorang mahasiswa tahun pertama tidak sengaja mengunjungi sebuah forum bernama Oprek PC. Mahasiswa itu tentunya adalah saya haha. Awalnya hanya iseng karena penasaran dengan kabar bahwa Mac OS X milik Apple Inc sudah dapat terinstall untuk piranti berbasiskan non Power PC. Akhirnya saya (dengan bermodal modem IM2 kuota 2GB per bulan) mencoba googling dengan keyword “install Mac OS X on PC” Dan dari hasil pencarian itu memang benar dan bahkan sudah banyak teman-teman dari Indonesia yang menginstall dari forum Oprek PC.

Prehistoric on Mac OS X using DOSBox
Prehistorik dengan DOSBox di Mac OS X

Samar-samar kalau tidak salah dari situlah saya pertama kali bergabung di komunitas. Jika dirunut, saya sudah jatuh cinta dengan sistem operasi besutan Apple sejak masih kecil. Sebelum mengenal yang namanya IBM PC dengan Windows 3.11 dan Windows 95 saya sempat mencoba System 7. Cukup awet dan bahkan lebih stable dibandingkan Windows yang sering bluescreen tidak jelas. Masalah game? Banyak juga kok game yang diluncurkan untuk System 7 sebelum release untuk MS-DOS ketika itu. Namun karena semakin lama semakin obsolete dan ditinggalkan akhirnya hijrah juga ke Windows 3.11 dan upgrade ke Windows 98 (Mas Ore lebih suka dengan produk Mikocok).

Main Game DOS di Mac OS X
Bisa Main Game DOS di OS X

Entah kenapa meski sudah pindah ke Windows, ingatan indah bersama System 7 terus menghantui karena maklum saya orangnya setia. Ketika Om saya yang kuliah di Inggris pulang tahun 2001, beliau membawakan buku ensiklopedi tentang histori dari Apple dan jadi paham akan kelicikan Mikocok. Banyak pengembangan fitur dan interface dari Apple yang dicontek ternyata oleh kompetitor. Saya semakin malas untuk menggunakan produk Mikocok, meski jujur saya sampai sekarang juga masih tergantung dengan beberapa aplikasi khususnya Office. Ya keleus saya bikin dokumen dengan Open Office, kustomer saya dapat misuh-misuh karena layoutnya amburadul hahaha.

Kembali lagi ke tahun 2009, dari situlah minat dan niat saya untuk mengajak si Apple balikan bertambah kuat. Di sebuah thread saya berkenalan dengan Mas Benediktus kalau tidak salah sebut, beliau adalah salah satu sesepuh yang meracuni dan mampu meyakinkan bahwa PC Core 2 Duo saya mampu diinstall sistem operasi berbasikan UNIX tersebut. Dan produk yang dikenalkan oleh beliau sampai sekarang dikenal dengan sebutan Hackintosh. Apa itu Hackintosh?

A computer built to run this type of macOS is also known as a Hackintosh. – Wikipedia

Yak, untuk meminta suhu Benediktus saya diwajibkan menebus 1 DVD installer seharga Rp. 50.000,- dan ditransfer lewat ATM Bank BCA. Terimakasih untuk sahabat saya Bendol yang sudah berkenan mentransferkan karena saya hanya punya rekening BRI. Setelah melihat dan browse isi DVD saya mempelajari sesuatu yang unik tentang Hackintosh. Laiknya segambreng jenis custom ROM pada Android, Mac OS pun ternyata memilik banyak distro karena banyak pihak yang tertarik untuk mengembangkannya.

Kebetulan rekomendasi sang suhu ketika itu adalah distro Kalyway Mac OS X Leopard 10.5.2. Percobaan install pertama ketika itu saya BERHASIL! Kenapa? Karena saya congkak dan jenius hahahahaha. Bercanda, awalnya ya gagal dan apalagi saya tidak mengerti perintah-perintah terminal UNIX. Tapi try and error membuat saya belajar banyak dari kegagalan dan kesalahan. Akhirnya ya dalam satu hari itu saya berhasil menginstall. Penuh kebanggaan lho waktu pertama kali berhasil menginstall.

My First Hackintosh using Kalyway 10.5.2

Selama setahun lebih itu saya sudah dapat mengupgrade Kalyway Mac OS X Leopard dari versi 10.5.2 menjadi 10.5.5 meski sempat mengalami kendala. Karena upgrade OS seringkali menyebabkan Kernel Panic jika salah step. Tentunya karena setiap distro memiliki custom drivernya untuk kernel masing-masing agar hardware dapat bersinergi dengan sistem operasi. Jika sampai tertimpa oleh update dari Apple maka dapat menyebabkan crash dan sebutannya adalah Kernel Panic. Apa efek sampingnya? Yoo, install ulang lah~

Di penghujung tahun 2010, mantan saya memberi kado sebuah distro Hackintosh versi 10.6.2 Snow Leopard dengan nama Hazard karena IPK saya berhasil menyentuh angka 3 koma sekian. Senang banget jingkrak-jingkrak lah, tidak pakai lama saya langsung backup harddisk dan install ulang menggunakan distro tersebut. Lebih smooth dan sama sekali tidak ada kendala. Kenapa? Karena kebetulan driver yang disediakan distro tersebut rekomen banget untuk hardware PC jadul saya. How’d she know the specs? I dunno 😅

Yap singkat kata, selama 2 tahun itu saya hidup berdampingan dengan OS tersebut dan sudah berhasil saya upgrade hingga 10.6.8 lho tanpa ada kendala. Bangga? Tentu saja karena saya gantian sering bantuin teman-teman di forum Kaskus untuk menyelesaikan permasalahan installasi Hackintosh. Saya turut mengembangkan skill saya di bidang pemrograman Shell UNIX dan C. Banyak sekali pengalaman positif yang saya dapatkan dari kegiatan oprek-oprek OS Hackintosh. Salah satunya adalah dapat kembali reuni dengan System 7 huahahaha.

Buka Facebook dengan Emulator System 7
Reuni dengan System 7 Sekalian Buka FB

Saat ini sudah genap 8 tahun saya menggunakan MacOS (sebelumnya OS X). PC dan laptop MSI (yang turut terinstall Hackintosh) saya sudah rusak semua. Tapi Tuhan itu baik banget, ketika bekerja di Jakarta kantor saya memberikan benefit cicilan beli laptop. Dan saya memutuskan untuk membeli the real Apple thing called MacBook Pro. Serinya MD101 dengan spek i5, bukan kelas atas. Namun sudah 5 tahun lebih tidak pernah ada kendala. Ya kalau dapat dibilang Apple tidak pernah main-main dalam menghasilkan sebuah produk.

Miss Whity dan Mr Hackin
Miss Whity dan Mr Hackin :’)

Saya puas, apalagi sistem operasinya selalu update dan long term. Gratis juga salah satu keunggulannya. Kompatibilitas? Karena hardware dan software sudah dituning serta distandarisasi sedemikian rupa maka saya tidak perlu lagi repot mencari driver seperti ketika menggunakan Hackintosh ataupun Mikocok hehe. Yah, so far sih saya puas dan belum ada rencana untuk upgrade bahkan murtad ke non-Apple. Thanks Apple, you have taught me a lot. I learn many new things, melawan segala keterbatasan produk yang katanya “hanya dapat diinstall untuk Mikocok” Thanks for being so faithful 😉

Pilih barang aja serius cari yang beres. Apalagi pilih jodoh, makanya aku carinya kamu!

Thanks for Being So Faithful
Thanks for Being So Faithful!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s