Spot Fotografi Landscape di Karanganyar

Di tempat ini saya dapat merasakan sungguh lambatnya pergerakan waktu. Hingga mampu membayangkan masa kecil Ibu, Eyang Putri, dan Eyang Kakung di masa itu.

Sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan secara langsung dengan kota Solo ini memiliki pesona alam luar biasa, kampung halaman Ibu saya. Sejak kecil saya sangat penasaran dengan keindahan alamnya. Asri dan alami tidak dibuat-buat meski terik matahari sungguh menyengat namun menyegarkan pikiran karena hembusan angin sepoi serta terdengar derasnya aliran sungai di belakang rumah Eyang. Teringat masa kecil, saya bersepeda bersama Ivan sahabat masa kecil dan Ega adik sepupu berputar-putar di sekitar rumah Eyang.

Hal yang paling sering saya lakukan adalah naik sepeda menuju dam (bendungan) sambil membawa beberapa buku ensiklopedi dari rumah. Sesampainya di dekat dam saya meletakkan sepeda dan menyeberang menyusuri jembatan di atas dam. Lalu bersantai di bawah pohon rindang di sisi lain dam. Beralaskan rumput lembut, saya tiduran sambil membaca buku-buku tersebut. Membaca adalah kegiatan yang biasa saya lakukan hingga menjelang maghrib. Demi menghindari disuruh tidur siang oleh bulik dan om yang menurut saya sangat membosankan.

Nuansa alamnya syahdu. Harmoni dari aliran deras bendungan, rindangnya pohon, kicauan burung bersautan dengan suara jangkrik, serta nuansa sunyi bagaikan dongeng. Dongeng nyata yang menemani masa kecil saya untuk mengisi waktu luang dengan membaca. Jika langit sedikit mendung, terkadang saya suka berdiri di dekat pagar lindung dam lalu bermain lempar batu ke arah sungai sambil berimajinasi. Banyak inspirasi dari alam yang saya dapatkan dari daerah ini, saya jadi teringat ketika masa pacaran. Betapa favoritnya tempat ini bagi kami berdua.

Sejak kecil saya berangan dan membayangkan, “kira-kira hal apa lagi yang dapat saya explore dari kabupaten ini?” Dulu almarhum Eyang Kakung sering mengajak saya menemani beliau berjalan-jalan, salah satu ujarnya yang masih saya samar-samar bergema di kepala yaitu “mlaku ojo mung lungguh, buku mbuka wawasan namung pengalaman iku kudu dirasakke” yang kurang lebih artinya saya tidak dapat hanya duduk membaca hanya untuk mendapatkan ilmu, terkadang saya harus bergerak untuk mencari tahu agar menjadi sebuah pengalaman yang dapat dirasakan.

Hingga pada akhirnya saya baru dapat merealisasikan impian eksplorasi masa kecil saya tepat pertengahan tahun lalu dan pertengahan tahun ini. Mulai dari pendakian Gunung Lawu tahun 2016 dan Juni tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar keindahan alamnya. Ya fotografi landscape keindahan alam Karanganyar menjadi resolusi yang akhirnya dapat digenapi. Berikut beberapa tempat fotografi di kabupaten ini yang saya abadikan, semoga dapat mencerminkan Karangayar yang tenteram.

Pabrik Gula Tasikmadu

Pabrik gula ini merupakan tempat bekerja Mbah Buyut dari Eyang Kakung, sebagai seorang kepala engineer mesin (mungkin ini alasan genetika paling logis mengapa saya suka dengan fisika mekanik saat SMA). Sebuah perusahaan yang sangat bergengsi pada masa itu yaitu PT. Perkebunan Nusantara IX. Menggambarkan Karanganyar yang mampu menyediakan rasa ‘manis’ di bumi nusantara sebagai kota penghasil tebu.

Pabrik Gula Tasikmadu
Pabrik Gula Tasikmadu

Saya menyempatkan waktu bersama keluarga untuk berputar-putar area pabrik dengan menaiki kereta tur. Selama di perjalanan banyak hal yang menarik perhatian saya. Sambil mengkhayal seandainya saya bekerja di sini di masa lalu, mungkin sangat seru bekerja setiap hari menggunakan lori untuk logistik tebu. Lalu sesampainya di pengolahan segera mengeluarkan muatan untuk proses penggilingan.

Berikut beberapa hasil tangkapan lensa saya

Gudang Pengolahan Tebu
Gudang Pengolahan Tebu

Rel Lori Tasikmadu Gudang Lori Tasikmadu

Foto berikut adalah komplek untuk steam boiler ketika dilakukan proses kristalisasi di dalam warna hitam putih *maaf jika saya salah ya hehe* Nuansa oldschool ala Belanda sangat terasa, padahal ini bukan bangunan di masa kolonial melainkan dibangun sekitar tahun 1970an.

Komplek Steam Boiler Tasikmadu
Hitam-Putih Komplek Steam Boiler

Lokasi : Jl. Tasikmadu-Karanganyar, Ngijo, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57716

Waduk Lalung

Ketika berkendara dari Jumapolo menuju Karanganyar di tahun 2016 tidak sengaja saya melihat waduk ini dari kejauhan. Pantulan sinar matahari yang menyilaukan karena langsung mengenai permukaan air menarik perhatian saya. Sesampainya di rumah Eyang saya segera mengajak adik-adik sepupu saya untuk hunting di tempat ini. Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Waduk Lalung Entrance
Menuju Waduk Lalung

Paling cocok adalah ketika ingin menghabiskan waktu untuk menikmati sunset. Cahaya sore yang lembut siap menghibur mata. Salah satu dari kebaikanNya yang dapat dirasakan secara nyata melalui alam.

Sunset di Waduk Lalung
Kehangatan Sunset di Waduk Lalung
Sunset Waduk Lalung dengan Leica T oleh Rakhael
Sunset Waduk Lalung dengan Leica T oleh Rakhael

Sambil menyaksikan keindahan alam, saya bersyukur bahwa masih diberikan kesempatan untuk berbagi cerita. Ya, pengalaman itu memang seharusnya dirasakan secara langsung. Jangan hanya sekedar mendengar “katanya” dan melihat “nampaknya“, just feel the experience. Itulah kenapa saya sangat suka berbagi,

Siapa tahu suatu saat saya tidak hanya mendengar cerita-cerita dari orang lain namun dapat mencobanya juga, dan begitu juga bagi orang lain tidak hanya mendengarkan cerita saya namun juga dapat merasakannya secara langsung siapa tahu mendapatkan pengalaman yang berbeda sehingga dapat diceritakan kembali kepada saya.

Landscape Sunset di Waduk Lalung
Saya Tahu Kamu Kangen

Lokasi : Lalung, Kec. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57716

Bendungan Jetu Karanganyar

Landscape Bendungan di Karanganyar
My Dear Favourite Hello, Sunset!

Tempat di atas adalah di mana saya seringkali bersantai, tepat di belakang rumah Eyang. Tempat di mana saya seringkali menghabiskan waktu untuk bersantai dan membaca buku. Di mana saya sering bersepeda, mengkhayal. Tempat di mana saya pernah berpikir untuk menghabiskan masa tua saya di sini nanti. Tempat di mana saya selalu mengutarakan isi hati dalam diam melalui tulisan. Di mana notifikasi pun tidak memiliki ruang dan kesempatan karena saya mematikan sinyal.

Tempat Saya Bersantai Maghrib di Bendungan

Hehe lebay ya? Tapi serius. Terkadang di dalam kesunyian saya mendapatkan waktu untuk merefleksikan diri. Di bendungan tersebut saya merasa berada di dunia saya sendiri. Ya saya sangat suka berada tempat tersebut dan terkadang ketika jauh, foto-foto ini sangat bermanfaat untuk menahan kerinduan saya. Karanganyar, saya benar-benar merindukanmu!

Yuk mari berlibur! Jangan lupa mampir ya jika lewat 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s