Pulang Kampung Sehari? Kulineran Yuk!

Iya mom pasti Nandra pulang kok, tar coba cari tiket dulu ya..” Percakapan di telepon dengan mama di sabtu pagi itu membuat saya harus segera bangun sigap untuk mencari tiket. Buka smartphone dan cek tiket di aplikasi Traveloka. “Pesawat mahal, mungkin kereta aja lah ya biar bisa nyantai dompetnya.. Tapi susah dapat tiketnya pasti karena mepet.. Yah ga usah dipaksain” Iseng saya cari tiket kereta api dan eng-ing-eng saya dapat lhoh untuk hari H tersebut dan itu keajaiban karena weekend biasanya tuntas habis untuk tiket kereta!

Pukul 07.00 saya telepon mama dan tepat pukul 07.05 saya sudah mengantongi e-ticket dari Traveloka. Berangkat menuju Semarang pukul 23.00. “Rian, tar malam mas pulang ya! Kamu jaga rumah hahaha” Teriak girang ke adik saya. Singkat cerita setelah beres-beres dan bahkan sempat-sempatnya potong rumput halaman rumah sambil menanti malam untuk berangkat, saya memutuskan memesan Grab Bike menuju Pondok Cina.

Dari rumah saya berangkat tepat pukul 20.30 menuju Stasiun KRL Pondok Cina, dari Stasiun Pondok Cina hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai di Stasiun Manggarai. Lagi-lagi saya pesan Grab Bike menuju Stasiun Pasar Senen. Jaman now, dengan aplikasi segala sesuatu menjadi lebih ringkas. Maklum meski umur bukan generasi millenial namun jiwa masih berusaha tampak kekinian hehe.

Sampai di Stasiun Pasar Senen tepat pukul 22.15 dan saya segera mencetak tiket lalu masuk ke peron. Kereta pun berangkat tepat pukul 23.10. Selama perjalanan 7 jam tersebut saya tertidur pulas. Pagi hari saya sudah sampai di Stasiun Poncol, sempat agak bingung nanti di Salatiga apa saja yang menjadi kegiatan saya. Karena jadwal mama masih hari senin dan saat itu hari Minggu yang membuat saya berpikir “wah masih ada waktu seharian nih, tar ngapain aja ya enaknya? Mager banget..

Dan lagi-lagi di Semarang menuju Salatiga saya dimudahkan dengan aplikasi Grab! W.o.w banget sudah ada lhoh Grab di kampung saya! *bocah yang kurang update* Cukup bayar 160 ribu rupiah, dari Poncol menuju Salatiga saya sudah sampai di rumah dengan nyaman dan selamat tepat pukul 09.00 pagi yang cerah itu. Sehabis mandi saya masih memikirkan kegiatan apa yang sebaiknya saya lakukan nanti siang hingga malam. Kumpul dengan teman-teman? Wah sudah pada balik ke perantauan semua. Akhirnya sampai dengan sore saya hibernasi seperti beruang.

Sore hari saya bangun tepat pukul 15.30 karena badan sudah segar dan mata terlalu terang sehingga untuk tidur lagi pun sungkan. Seperti biasa kegiatan weekend saya adalah iseng buka aplikasi WordPress untuk baca-baca. Dan eng-ing-eng, ada bacaan tentang kuliner kepiting dari Mbak Chika saat doi di Jepang *bukan Chika Bandung ya!* Inspiring dan hmm, boleh juga nih.

Kenapa saya tidak kuliner saja? Saya dapat memberikan alasan kenapa Salatiga selain alamnya, kulinernya pun menjadi daya pikat yang kuat untuk disambangi dan saya berani jamin tidak akan pernah menyesal dan justru menyesal kalau tidak mencobanya!

Selesai ibadah di gereja sore, saya mengantar pulang mama dan mulai menjelajah. Menjelajah secara RANDOM. Oke, target operasi yang pertama adalah genre bakar-bakar.

Sate Sapi Suruh

Sate Sapi Suruh

Review dari Trip Advisor mendapatkan rating bintang 4, tapi dari saya kasih ratingnya bintang 4.5! Lokasi rumah makan Sate Sapi Suruh ini tepat berada di Jalan Jenderal Sudirman No. 16F, Ruko Mimosa F1- F3. Kenapa wajib mencoba makanan yang satu ini? Sate sapi ini legendaris dan sudah menjadi khas kota Salatiga. Di daerah Suruh sendiri merupakan semacam daerah “akademi” penghasil lulusan pengrajin sate yang top! 😤

Bagi yang merindukan empuk, gurih, manis, dan legitnya olahan daging Sapi dengan paduan kecap serta bumbu kacang yang renyah silakan kunjungi tempat makan yang satu ini.

Wedang Ronde Jago

Ronde Jago

Wedang ronde yang satu ini sudah terkenal di seantero Salatiga dan sekitarnya. Ronde yang sudah diturunkan kepada 3 generasi ini merupakan salah satu kedai ronde yang legendaris dan ramai apalagi waktu hari sabtu dan minggu. Cuaca dan suasana Kota Salatiga yang sering hujan dan dingin di bawah 20 derajat celcius paling cocok jika bertemu dengan jahe hangat, perasan jeruk, kacang, kolang-kaling, rumput laut, bola ketan, serta rempah-rempah lain yang asik reuni di dalam satu mangkok. Pengusir rasa dingin yang paling pas serta memberikan ketenangan batin karena aroma jeruknya itu memberikan efek relaksasi *halah* 😊

Entah jampi-jampi apa yang membuat saya selalu ketagihan ketika nyruput seduhan jahenya. Tapi secara sadar saya memberikan komentar “top jos!” untuk Ronde Jago ini, kalau tidak percaya silakan datang langsung. Niscaya akan pangling dengan testimoni yang tertempel di dinding kedai ini. Artis aja datang ngicip, masa kamu ngga? TKP berada di Jalan Jendral Sudirman No.9, Kutowinangun Kidul.

Lotek Monginsidi

Lotek Monginsidi

Saya menantang anda sekalian untuk menjelaskan secara deskriptif naratif perbedaan antara pecel, karedok, ketoprak, gado-gado, tahu campur, dan lotek. Dan mungkin ketika anda mencoba lotek, anda langsung dapat mengetahui secara detail “oh ini tha yang namanya loteeeeeek! Wenak tenan!” Hahaha, becanda. Bagi yang tidak mengetahui apa itu lotek? Lotek itu diibaratkan perpaduan antara pecel dan gado-gado, namun dengan bumbu kacang yang lebih manis serta lebih menonjoook pedas. Biasanya ditambahkan potongan bala-bala jagung atau bakwan jagung.

Dan salah satu rekomendasi saya adalah lotek Monginsidi, dari saya masih TK hingga sekarang sudah seperempat abad lebih dikit. Warung ini sangat digemari warga kota Salatiga. Mulai dari kalangan bapak-ibu, eyang kakung-eyang putri, PNS, kantoran, wiraswasta, TNI Polri, mahasiswa, anak SMA-SMP-SD, hingga balita yang sudah cukup umurnya pada doyan makan lotek ini! Sehatnya sayuran ditambah dengan sensasi kelezatan saus sambal kacang serta potongan bala-bala jagung membuat slogan 4 sehat 5 sempurna benar-benar meresap di hati. Beroperasi secara penuh di Jalan Monginsidi No.12 Salatiga.

Mie Ayam Kemuning

Mie Ayam Kemuning

Tempat makan yang satu ini saya “razia” di keesokan hari setelah acara bersama mama. Bagi para mahasiswa, lulusan, atau minimal pernah mengenyam pendidikan di kota Salatiga pasti mengenal mie ayam yang satu ini. Tidak sah wisuda anda di Salatiga tanpa ngicip mie ayam yang satu ini. Kenyalnya mie, gurihnya si ayam cincang, pekatnya kuah kaldu, dan potongan onclang membuat hubungan di dalam satu mangkok mie ayam ini sungguh harmonis. Dan telah ada uji riset bertahun-tahun beserta jurnalnya dari warga sekitar, dengan tambahan kecap manis serta saos pedas turut menambahkan efek kebahagiaan tersendiri ketika menyatapnya. Oh iya bagi yang doyan ceker, dapat dikastem lhoh dengan topping ceker!

Tempat praktek di Kalicacing Sidomukti, Salatiga.

Bubur Kepiting ala Kedai Purridge

Bubur Kepiting

Kedai Purridge merupakan penantang pendatang baru yang konon cukup disegani. Menu andalannya seperti nama kedainya, yaitu bubur. Dan bubur yang direkomendasikan berdasarkan survey di aplikasi Go-Food punya mama adalah bubur kepiting. Saya baru dua kali mencobanya, dan sialnya sampai sekarang saya jadi sakaw kalau tidak sarapan bubur ini ketika di Salatiga. Maklum, kapan lagi dapat merasakan bubur dengan remahan daging kepiting yang sungguh terasa.

Saya yakin Masako pun masih belum dapat menciptakan imitasi rasa kepiting dari Kedai Purridge. Sehingga saya yakin benar bahwa kedai ini menggunakan daging kepiting yang benar-benar daging dan bukan essence. Wajib dicoba ketika sarapan di kota Salatiga dan santai saja karena semua sajiannya halal. 1 porsi bubur di toko ini setara dengan 2 porsi mangkok bubur ayam di Jakarta by the way 🤝 

Yok cek di Jl. Pemotongan No.40, Salatiga.

Soto Esto

Soto Esto

Yoo ini soto bukan sembarang soto. Sudah dikenal sejak dari dahulu kala setelah masa kolonial. Apa sih Soto Esto itu sendiri? Dikenal dengan nama Soto Esto karena dulu sampai sekarang juga sih beroperasi di depan garasi Bus Esto, perusahaan otobus yang memiliki trayek kota Salatiga – Bawen – Ambarawa. Spesialis soto ayam dan yang membuat khas itu sotonya berasa ada santannya. Gurih kuahnya, enak, dan menurut saya cocok untuk kategori sarapan pagi. Porsinya dapat dibilang cukup pas dan tidak terlalu sedikit ataupun terlalu banyak meski relatif.

Itung-itung pemanasan perut sebelum mencoba Bubur Kepiting ada baiknya menyantap soto ini terlebih dahulu. Cuma saran saya sebaiknya hati-hati dengan makanan pelengkap di warung ini. Tempe goreng, tahu isi, dan mentho (terbuat dari remahan singkong goreng dengan kacang tolo) yang renyah sangat berbahaya. Berbahaya karena saking nikmatnya siap membuat tidak berhenti menyatapnya hingga perut kenyang terlebih dahulu. Oh iya apa sih yang membuat khas? Kuah kuning santan dan soto ayamnya itu yang membuat soto ini layak menyandang soto khas Salatiga. You must try it at Jalan Langensuko No.4, Salatiga.

Nah sekian dulu kuliner dari saya dan kira-kira enam masakan tersebut dapat kita icip-icip dalam waktu satu hari di Salatiga. Tapi saya berani meyakinkan bahwa masih banyak banget kuliner lain di Salatiga yang pastinya dapat diulas serta sangat direkomendasikan seandainya ada kesempatan sehari lagi. Oh iya, budget makan sehari versi saya kurang dari seratus ribu rupiah dengan rincian :

  • Lotek 13000
  • Sate sapi 1/2 18000
  • Bubur kepiting 1/2 14000
  • Mie ayam 10000
  • Soto Esto dan camilan 1 mentho + 1 tempe 15000
  • Ronde 13000
  • Jeruk hangat 2x @3000 jadi 6000

Jadi udah tahu kan istimewanya kuliner Salatiga? Selain enak dan bersih yaitu murah meriah pula! Beneran tidak akan menyesal meski hanya sehari ngicip jajanan di kota Salatiga hehe. Salatigaaaaa we love you! 😘

5 thoughts on “Pulang Kampung Sehari? Kulineran Yuk!”

    1. Ahahahah itu bukannya karena udah jam laper makan malam? Tapi emang kalo balik kantor pas jam 5 teng paling enak nongkrong jajan dulu di daerah kuliner sambil nunggu ojek online *curcol* 😄

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s