Indahnya Berbagi

Di hari ulang tahun mama saya tidak dapat berbagi kebahagiaan di rumah bersama keluarga, tapi bukan berarti saya tidak dapat berbagi keceriaan dengan mereka yang ada di sekitar saya. Minggu pertama di awal September tepat setelah pendakian Guntur, Devi memberi saya kabar tentang acara donasi Rumah Dongeng Pelangi di Yayasan Heesu Cahaya Cinta. Oh iya, apa itu Yayasan Heesu? Yayasan ini khusus bagi yang mengalami difabel ganda dan cerebral palsy. Didirikan awalnya oleh warga Korea yang tergerak hatinya dan ada layanan fisioterapi yang terverifikasi.

Saya mendapatkan undangan terbuka untuk volunteer dan donatur, awalnya saya ragu untuk mengikuti acara tersebut. Namun dengan menganut “real social, sharing is caring” membuat saya menjadi termotivasi dan yakin untuk mengikuti acara donasi. Di fisika, energi itu sesuatu yang sifatnya tidak dapat dihilangkan namun dapat dikonversi, semisal panas menjadi listrik. Lebih baik kelebihan energi yang saya punya dikonversi menjadi sesuatu yang bermanfaat. Minggu pagi tanggal 24 pun tiba, sayangnya saya terlambat hampir 1 jam lebih dan apalagi jarak yang lumayan sekitar +- 15 km dari rumah. Namun saya tetap saja ingin mengikuti acara.

Sesampainya di tempat saya segera ijin dan masuk ke dalam rumah yayasan. Ternyata saya melewatkan kegiatan mendongeng di pekarangan rumah, “ah ya sudahlah” pikir saya dan bergegas untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Para peserta acara dan anak-anak sedang menonton klip video Petualangan Sherina. Cukup singkat tidak sampai dengan 15 menit filmnya selesai, saya sempat berpikir wah berarti saya terlambat hampir 3 jam ternyata bukan hanya 1 jam. Selang sedikit video tersebut selesai, saya diperkenalkan sebentar oleh MC kepada para peserta acara dan anak-anak. Dan acara dilanjutkan dengan membuat frame foto.

By RDP

Saya diminta tolong oleh MC untuk menemani Elsa seorang remaja putri yang manis dan lucu. Awalnya saya bingung, lhoh saya harus proaktif juga nih? Tapi ya bingung-bingung senang karena eh boleh dilibatkan juga ternyata. Saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk sedikit mengenal karakter mereka, anak-anak yang ceria dan semangat menurut saya. Mencari ide untuk membuat frame foto ternyata tidak mudah, jadi saya out of the box saja alias spontan. Namun baru sadar juga bahwa dengan smartphone kita dapat dengan mudahnya mencari ide, terbukti peserta lain yang keren dan kece badai hasil frame fotonya. Di kegiatan ini, saya berusaha untuk berinteraksi dengan mereka. Saya paham pasti akan berbeda pendekatannya.

Hasil Prakarya

Ternyata berbicara itu seperti mendengar, sama-sama harus tepat dan sabar. Saya tidak dapat mengucap “oh ini harusnya gini dek, bagusnya gitu, sebaiknya kamu begini, kamu memang begitu“, segambreng kata-kata manusiawi yang menghakimi. Saya belajar mengucapkan “kamu maunya bagaimana, kalau begini bagaimana, kamu mau yang ini tidak” Belajar untuk menawarkan, ya meskipun yang namanya belajar itu tidak serta merta langsung bisa dan terkadang masih kurang lancar penyampaiannya. Manusiawi juga kan? Di kegiatan ini saya senang dapat berinteraksi dengan Elsa, begitu pula peserta dan anak-anak yang lain saya melihat raut senang serta bahagia di wajah mereka. Saya menyempatkan berkomunikasi dengan beberapa anak lain untuk menyapa dan sekedar bertanya-tanya.

Semangat!

Beberapa di antaranya masih sangat belia, ada yang masih SMA dan sedang bersiap menghadapi ujian. Mereka penuh semangat dan keceriaan, daya juang pun tinggi. Jauh lebih tinggi dari yang merasa bahwa mereka “normal” Dan sebelum datang ke tempat itu saya sudah membuang rasa iba jauh-jauh dan saya percaya saya tergerak karena kasih, saya dan mereka adalah sederajad. Tidak ada yang berbeda dan saya nyaman berada di antara mereka itu yang sejujurnya saya rasakan. Sebelumnya saya benar-benar takut, saya takut bukan karena merasa asing berada di sebuah lingkungan lain. Saya takut karena salah dalam ucap and “harm another people’s heart is the most guilty feeling ever” Benar begitu bukan? Ya setidaknya di dalam firman juga sudah dikatakan hati-hati dalam mengucap dan bertindak.

Dalam waktu 20 menit interaksi sambil membuat frame ternyata mereka sudah menjadi guru “yang nyata” 20 menit bagi saya. Canggung iya, tapi mendengar mereka menyanyi dan tertawa membuat saya jauh lebih relaks. Dan tentang menyanyi, anak-anak ini memiliki suara yang tjakep abis. Serius, banyak dari mereka yang berpotensi yang dapat lebih dan lebih. Paling suka waktu ada yang nyanyi lagunya Armada hahaha, bukan karena lagunya tapi karena suaranya beneran keren. Tapi tidak menyangka anak-anak ini update juga tentang lagu lhoh. Setelah mengumpulkan hasil karya kami, dilanjutkan dengan merayakan ultah bagi yang berulang tahun dan bagi-bagi kado.

Ulang Tahun

Ceria banget, apalagi waktu yang ulang tahun makan kuenya terus jadi cemot-cemot. Bertambah meriah ketika melihat MC dan panitia yang lain bagi-bagi kado untuk mereka. Saya merasakan bahwa sharing is caring benar-benar terasa di setiap sudut kegiatan acara ini. Yes humanity does exists! And where is it? Ada di setiap sudut hati manusia, baik yang membutuhkan dan yang memberikan di setiap saat. Sungguh ini adalah perasaan bahagia yang sekiranya tidak cukup diungkapkan hanya dengan sekedar postingan. Ya saya bersyukur rasa kemanusiaan saya masih ada di hati ini dan yang terpenting dapat diungkapkan dalam wujud kepedulian sosial.

Smile is a Cure!

Mengingatkan lagi untuk diri ini agar selalu bersyukur dan lebih-lebih lagi percaya bahwa “memberi tidak akan membuat kita kekurangan“. Sempat saya terhanyut suasana ketika bertanya-tanya dengan para pengurus Yayasan Heesu tentang fasilitas bagi anak-anak di rumah itu. Saya merasa tenang bahwa mereka dirawat dengan baik, dan terlebih tidak hanya dirawat bahkan diajarkan untuk hidup mandiri. Yang jelas lebih mandiri dibandingkan saya. Ya, keterbatasan itu tidak ada bagi saya. Jikapun ada hanya Tuhan yang tahu sampai mana batas kemampuan kita. Bunga bakung di taman diberi keindahan dan dirawat, terlebih manusia.

Terimakasih untuk Devi dan teman-teman dari Rumah Dongeng Pelangi, you’re rock! Terkhusus lagi bagi anak-anak dan rekan pengurus Yayasan Heesu, kalian luar biasa! Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s