Tips Ngeblog, Menghemat Storage dengan Google Photos

“Kamfretoz de santoz binti sadistoz, udah penuh nih storage!” Hal yang pernah saya hadapi ketika dulu menggunakan hosting gratisan di 000webhost. Maklum karena gratisan jadi hanya mendapatkan storage sekitar 100MB di tahun 2010. Perjalanan blogging saya hampir tidak pernah awet. Paling langgeng ya baru sekarang ini dengan domain adinandra.dharmasurya.net hehe. Lho kok malah curhat pamer #eh

Oke, jaman sekarang itu sudah saatnya beralih dari storage konvensional di harddisk menjadi CLOUD. Segala sesuatunya diCLOUDkan. Kontak saja sudah tidak tersimpan di memori SIM Card dan RMS (Record Management System) handphone. Apa lagi? Kartu Keluarga, KTP, Ijazah, dan dokumen pribadi semua juga discan lalu diunggah ke CLOUD. Segala kendala penyimpanan dan kepraktisan akses semua ada di tangan kita.

Bayangkan ketika makan di sebuah restoran mahal, lalu tiba-tiba ada promo diskon 99% jika dapat menunjukan kartu keluarga, apakah kita harus bawa PC atau laptop ke restoran? Hari gini rempong? Tentunya dengan bantuan layanan CLOUD seperti DropBox, Google Drive, Amazon, Microsoft OneDrive, dan lain sebagainya membuat sharing file menjadi lebih efisien.

Nah tentunya hal ini dapat dimanfaatkan untuk ngeblog juga donk. Ngaku, siapa yang sewa hosting dengan storage penyimpanan > 10GB? Hehehe. Untuk personal saya berani spekulasi secara statistik pastinya 1:1000 😀 Bahkan hosting saya yang terdahulu hanya sebesar 300MB. Upload sebanyak 80-100 foto dengan format JPEG *high quality* sudah pasti langsung penuh tentunya. Belum lagi terpotong untuk instalasi CMS WordPress. So, saya harus mencari alternatif bagaimana mengakalinya.

Sampai pada akhirnya saya mengenal platform Google Photos. Kenapa sih Google Photos? Bukan Flickr? Atau 500px? Yang memang khusus ditujukan untuk show-off galeri.

Flickr dan 500px itu untuk sosial media sebetulnya, memang storage yang ditawarkan jauh lebih besar yaitu hingga 1TB. Tapi ingat, 500px dan Flickr adalah sosial media! Sehingga default restrictionnya adalah public, beberapa foto saya sifatnya pribadi. Dan sungguh-sungguh repot jika harus sharing ke kerabat yang tidak memiliki akun Flickr. Karena tidak semuanya punya Yahoo! Sedangkan Google Photos fungsi defaultnya adalah penyimpanan – back up gambar dan video. Sehingga restriction standar adalah private.

Untuk kemudahan sharing gambar dan video tentu jauh lebih mudah. Siapa yang tidak punya smartphone dengan sistem operasi Android? Rasio perbandingannya pasti jauh lebih besar lah daripada iPhone dan Windows Phone. Dengan integrasi Android dan Google secara out of the box maka sudah jelas sangat memudahkan. Karena cukup menggunakan  link share maka sudah dapat berbagi perasaan karya. Cocok banget nih bagi yang miskin kuota storage seperti saya tentunya.

Saya sendiri agaknya mubazir dalam memanfaatkan fasilitas storage dari WordPress.com. Plan yang saya daftarkan memiliki storage sebesar 6GB, namun tidak ada salahnya jika tetap memanfaatkan storage dari Google Photos yang gretongan itu 😀

Eh iya, perlu diketahui ya. Google Photos memang gratis namun ada 2 opsi yang ditawarkan :

  1. Unlimited Storage tapi resolusi foto akan dibatasi 16 Megapixel dan video 1080p
  2. Limited Storage (15GB) tanpa ada batasan untuk resolusi foto dan video

So, saya sendiri memanfaatkan yang nomor 2. Demi menjaga kualitas *halah* Seperti yang tadi sudah saya sampaikan, toh spesifikasi kapasitasnya sangat cukup untuk 3-5 tahun ke depan secara proyeksi. Bisa jadi bahkan ternyata misal vakum jepret dapat dimanfaatkan hingga 10 tahun ke depan. Jika penuh? Ya pakai saja akun istri atau anak untuk upload foto dan video hehehehe.

Berikut step untuk memanfaatkan Google Photos sebagai media storage ketika blogging (sisanya improvisasi berdasarkan kebutuhan masing-masing ya)

Daftar account Google atau login jika sudah punya

Upload dan Create Album (Drag and Drop Gambar ke Browser)

Create Shared Link

Add Image to Post (WordPress)

  1. Buka link dari “Get Link” pada browser, pastikan pada address bar terdapat pada subdir https://photos.google.com/share/*****
  2. Pada gambar klik kanan dan “copy url image” atau “copy image address”

Masih ada yang terlewat? Langkah terakhir buka editor WordPress, di tabulasi HTML tekan “img” dan paste di field URL. Lalu OK and done!

Lebih irit storage dan tentunya ringan bandwidth untuk stream gambar dari Google bagi hosting kita hehe.

Mudah bukan? Ternyata singkat sekali cara penggunaannya, malah saya yang terlalu banyak basa-basi dan curhat. Hiks maklum mudah terbawa perasaan dan suasana! Good luck kisanak 😀

Tips Ngeblog, Menghemat Storage dengan Google Photos

6 thoughts on “Tips Ngeblog, Menghemat Storage dengan Google Photos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s