Ngobrolin Jodoh, Hobi Kita Sejalan?

Beberapa waktu lalu saya *ehemm* ngobrolin tentang jodoh. Saya sendiri tidak ingin mengulas apakah saya sedang dekat dengan seseorang atau tidak. Yang jelas ada poin menarik dari pembicaraan kami berdua. “Widih kok berdua doang sih ncep?” ANJAY diam kamu suara hati! Ahahaha.

Korelasi antara jodoh dengan hobi. Saya memiliki faham dan keyakinan bahwa jodoh itu seharusnya satu frekuensi. Wow, emang radio ncep? Ehehe frekuensi yang saya maksud adalah ya harusnya dapat nyambung dan tidak harus sama persis. Contoh konkrit di kehidupan sekitar adalah kakak saya suka jepret dan eh ternyata istri kakak saya suka dijepret. Kan saling mendukung tuh. Simple kan? Nyambung.

Kebetulan kakak saya suka lari, eh istri kakak suka sekali bersepeda. Mereka berdua juga seperti Bapak dan Ibu yang doyan analisa dan melek mata dalam pendidikan. Hmm, ideal!

Buat saya hubungan itu seharusnya tidak fluktuatif. Tidak putus-nyambung, tidak kontroversial seperti hubungan saya dengan Raisa. Bukankah masing-masing dari kita ingin bertumbuh bersama dengan pasangan? Yah kalau ngobrolin jodoh minimal hobi harus sejalan, hobi yang positif menjadi tambah positif. Hobi yang negatif dapat dieliminasi oleh hobi yang positif. Tidak untuk melengkapi, namun saling berbagi.

Hobi simbiosis mutualime. Kan enak tuh, misal saya yang doyan naik gunung dan ternyata calon saya lihai dalam eksplor masak-memasak. Wah ajaib bin salabim deh. Pastinya nanti kami berdua akan dapat saling bersinergi, saya mengenalkan dia dengan alam sedangkan dia membuatkan masakan yang enak untuk kami di alam bebas. Tambah rajin saya naik gunungnya hehehe. Secara saya hanya dapat masak ala kadarnya.

Saya menulis postingan ini karena terinspirasi oleh hubungan kedua orang tua saya. Ibu yang suka jepret dan Bapak yang suka jepret. Klop! Ibu yang suka masak dan Bapak yang suka makan. Klop! Ibu yang suka melihat lukisan dan Bapak yang mahir melukis. Klop! dan lain sebagainya. Bapak suka sekali jalan, eh Ibu juga sangat suka. Menurun kepada semua anak-anaknya sehingga kami sekeluarga suka jalan.

Their First Camera

Semudah itu kah untuk dapat berada dalam satu frekuensi yang sama? Ya hobi tidak menentukan 100% sih, tapi setidaknya bagi saya turut menjadi bagian dari indikator. Bukankah di agama turut disebutkan bahwa jodoh seharusnya seimbang dan sepadan? 🙂

So, hobi kita sejalan ngga dek?

Ngobrolin Jodoh, Hobi Kita Sejalan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s