Mobile Photography? Maksimalkan Gadget

Beberapa waktu yang lalu Ibu saya memberi saran untuk menulis tentang fotografi dengan smartphone. Sebagai seorang newbie saya sadar betapa vitalnya smartphone ketika hunting foto. Selain berfungsi untuk remote shutter, smartphone juga sangat bermanfaat ketika indikator baterai kamera digital sudah menunjukan baterai akan segera habis. Yap istilah kata sebagai ‘secondary’ kamera lah hehehe. Di era modern ini smartphone memiliki kapabilitas jepret yang cukup mumpuni.

Katakan saja Samsung Galaxy seri S6 ke atas yang memiliki kemampuan untuk melibas low-light. Seperti adik saya yang juga setia dan selalu menggunakan LG G5 SEnya ketika hunting, karena kemampuan menangkap panorama yang cukup oke. Saya sendiri tetap setia dengan iPhone 6S karena menurut saya kamera di handset besutan Apple ini sangat mudah dan cepat dioperasikan ketika berada di lapangan. Hasil gambarnya sendiri menurut saya cukup natural dan tidak berlebihan dalam image processingnya.

Selain itu rata-rata smartphone sekarang mendukung fitur OIS, sehingga ketika tangan bervibrasi pun masih dapat diredam dengan kompensasi tertentu. Tentunya jika smartphonenya dikocok sambil jepret ya pastinya tetap ngeblur hehe. Dan hebatnya sekarang sudah support untuk mengambil gambar secara manual, sehingga dapat bermain long exposure dan bulb photography. Bahkan saya sempat membaca di sebuah blog tentang tutorial pengambilan gambar milky way dengan smartphone Xiaomi. Wow!

So beberapa hal yang ingin saya sharing ketika menggunakan smartphone untuk fotografi adalah sebagai berikut :

Kenali Spesifikasi

Kata orang tak kenal maka tak sayang, nah sebelum berperang kenali dulu senjata kita. Paling mudah kita harus mengetahui berapa ukuran megapixel dari kamera pixel karena memiliki pengaruh terhadap ukuran cetak. Yang perlu diingat adalah ukuran megapixel tidak berpengaruh terhadap kualitas dari hasil jepret. Namun yang berpengaruh adalah ukuran sensornya.

Aperture atau bukaan lensa, rata-rata ponsel sekarang memiliki aperture kurang dari 2.2 sehingga dapat menghasilkan bokeh yang creamy. Semakin besar bukaan maka dapat menangkap lebih banyak cahaya, istilahnya mendukung low-light tanpa bantuan lampu flash. Jika tidak mendukung di kondisi low-light maka jangan sekali-kali memaksakan diri untuk jepret di keadaan lapangan yang kurang cahaya.

Flash, pastikan bahwa minimal punya lampu flash ya. Soalnya bermanfaat ketika menghadapi kondisi backlight dan kurang cahaya. Bagi yang memiliki device dengan dual kamera dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan gambar yang lebih wide atau luas. Selain itu juga dapat memanfaatkan fitur laser agar mendapatkan fokus dengan lebih cepat, sekali lagi tergantung apakah hardware memiliki fitur tersebut.

Crop 4x – Galaxy S6 Edge

Konsisten

Semakin canggih dan mutakhirnya kamera smartphone tentu kita harus belajar dalam menggunakannya, mengenali karakteristik dari kamera tersebut. Perlu berlatih dalam pengambilan gambar. Dengan konsisten berlatih kita pasti akan mampu menemukan style pengambilan gambar yang paling sesuai dengan kita.

Contohnya semisal tertarik dengan macro, maka sebaiknya berlatih dengan object yang dekat. Dengan sering berlatih kita dapat mengenali jarak minimal fokus, menemukan background bokeh yang baik, metering exposure di sensor untuk object macro, dan titik fokus detail. Dengan memperhatikan komposisi tadi, pastikan untuk selalu mengevaluasi detail gambar yang dihasilkan. Karena macro paling mengutamakan detail gambar, titik fokus sudah pasti menjadi sangat vital.

Saya sendiri sering menggunakan kamera ponsel untuk mendapatkan gambar landscape. Saya konsisten untuk menggunakan fitur HDR dan tap titik fokus agar dapat mengatur lightning atau kondisi cahaya. Selain itu saya turut memperhatikan perpaduan warna yang ada di object landscape, karena proses render multi warna di iPhone menurut saya sangat baik dibanding yang lain. Dengan konsisten berlatih, maka sense terhadap penggunaan kamera ponsel pun menjadi lebih peka.

Hal-hal lainnya mungkin lebih terkait tentang kebiasaan kita tentunya. Misal untuk candid, foto makanan, jurnalistik, dsb. Perlu sering-sering mencoba sih inti dari poin ini.

iPhone 5

Pahami Software Pendukung

Menurut saya bantuan software dapat dijadikan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas gambar. Saya sangat terbantu dengan VSCO, Google Snapseed, dan Adobe Lightroom dalam urusan post-edit. Selain itu saya turut menggunakan EXIF Viewer untuk mengetahui EXIF kamera, sehingga dapat membantu saya dalam menentukan setting yang ideal.

Flickr dan Instagram pun dapat kita manfaatkan ketika mencari ilham tentunya. Ini termasuk software pendukung lhoh. Mendukung tidak harus dalam hal teknis tentunya. Tapi juga dapat dalam bentuk dukungan moral serta motivasi. Siapa tahu setelah menemukan satu atau beberapa foto di sosial media tersebut dapat membuat kita tergerak untuk menghasilkan karya hehe.

Untuk editing video dan trimming saya menggunakan iMovie.

Landscape Samsung Galaxy S6 Edge + Snapseed

Maksimalkan

Seringkali kita kurang menggali potensi yang dapat dihasilkan oleh smartphone. Padahal smartphone itu kecil-kecil cabe rawit, banyak sekali karya yang dapat dihasilkan oleh kamera ponsel. Sebagai contoh timelapse, slow motion picture, burst photo, panorama, 3D, dsb. Peripheral dukungan seperti tripod juga sangat membantu kok! Lhoh ngapain pakai tripod? Iya, soalnya kamera ponsel sekarang dapat digunakan untuk mengambil gambar long exposure dan bulb street. Keren kan?

Ayo donk cek fitur gadgetnya, siapa tahu terkejut karena selama ini belum memaksimalkan penggunaan kamera ponselnya. Oke sekian dari saya, semisal ada yang memiliki sanggahan, kritik, masukan, saran, dan kesan tentang mobile photography please share di kolom komentar ya! Sharing is caring 😀

Oits seperti biasa sebelum penutupan saya pamer dulu ya. Semua gambar adalah hasil jepretan sendiri dan saudara saya Ega hehe 😀

Oppo R2001 + Google Snapseed
iPhone 6S + Google Snapseed
iPhone 6s + VSCO

2 thoughts on “Mobile Photography? Maksimalkan Gadget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s