Melepas Galau, Sweet Escape di Teluk Kiluan Lampung

Papa, Mama, Om, Bude, dan Tetangga

Berhubung di bulan April sedang galau-galaunya karena banyak hal, saya nekat membolang bersama Ari, Brigitta ‘Yola’, Firman, dan Fian ke Lampung. Lumayan untuk membuang rasa sedih di hati yang semakin menjadi ajur seperti bubur *husyah* Dan dapat dikatakan trip ke Lampung ini bukanlah trip yang rapi. Si Ari baru mengabari saya H-5 sebelum berangkat. Anggotanya pun langsung direkrut seadanya lewat group chat. Susunan panitia juga serba instan. Ari sebagai ketua kelompok mengurus transport dan saya sebagai co-pilotnya mengurus akomodasi.

Sesuai plan hari pertama kami menginap di pantai dan membangun tenda sedangkan hari kedua tidur enak di hotel. Total lama trip ini adalah 3 hari dan 2 malam. Beberapa destinasi wisata yang kami kunjungi adalah :

  • Teluk Kiluan
  • Pulau Kelapa
  • Laguna
  • Wisata Pahawang
  • Kuliner yang tidak jelas dan membuat saya bete ahahaha!

Jumat 21 April malam kami berkumpul di Slipi Jaya sebagai checkpoint keberangkatan. Setelah makan malam kami masih menunggu si Firman yang celananya entah kenapa harus dipermak.  Sembari menunggu, saya memanjakan isi perut dan lidah dengan makan kue sus dan minum yoghurt. Setelah itu tepat pukul 20.30 WIB lebih kami beranjak berangkat menuju Lampung. Ari sendiri yang menjadi juru mudi selama perjalanan.

Malam itu perjalanan cukup lancar dan selama di mobil tidak sepi karena banyak ngobrol. Selain itu playlist yang hampir 12 jam tidak ada habisnya, thanks Spotify! Sampai di Pelabuhan Merak sekitar pukul 23.30 WIB. Di jeda waktu saat menyeberang ke pulau Sumatera, kami benar-benar manfaatkan untuk beristirahat penuh. Lumayan dapat tidur kurang lebih selama satu setengah jam. Saya dan Firman memilih untuk tidur di Mushola dan untungnya dibangunkan oleh petugas kapal ketika sampai. Saya sampai ngiler-ngiler enak hehe.

Keluar dari Pelabuhan Bakaheuni Lampung jalanan khas pulau Sumatera mulai terasa. Sepi, luas, lebar, dan gelap. Namun kami tidak terlalu terburu-buru dan berkendara dengan santai. Yang penting selamat hehe. Dari Pelabuhan sampai dengan kota Bandar Lampung cukup ditempuh dalam waktu satu setengah jam, dan dari kota Bandar Lampung sampai dengan di Teluk Kiluan butuh waktu tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan darat. Lumayan jauh, apalagi penerangan di jalan yang remang-remang menambah tingkat waspada.

Maklum, Lampung terkenal dengan lulusan akademi begalnya *no offense* Sampai di Teluk Kiluan pagi hari tepat pukul 06.00 WIB lebih sedikit. Eh iya, di daerah Teluk Kiluan ada perkampungan Bali lhoh. Suasanya mengingatkan saya ketika berlibur di Tabanan hehe.

Sandinandra Uno dan Firmanis Baswedan
Kibanan (Kiluan Tabanan)

Selesai kami berfoto di Kampung Bali, hanya sekitar 10 menit dari situ kami sudah benar-benar sampai di Teluknya. Saat itu tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Dan di situ ada bule yang katanya sudah 2 hari bermalam di tepi pantai. Benar-benar outdoor, wah saya salut dengan mereka lhoh. Itu baru survival gan! Setelah beres-beres dan cek perlengkapan, kami registrasi untuk memancing emosi melihat lumba-lumba di lepas pantai.

Welcome On Board!
Superman

Per kapal hanya boleh dinaiki oleh 2-3 orang, sehingga kami harus menyewa 2 kapal. Agak sebal karena selain tidak dapat melihat lumba-lumba yang kata bapak pengemudi adalah karena kami terlalu siang berangkatnya, kapal Yola dan Firman malah karam mati mesinnya. Tapi yo wes lah, tidak masalah. Pesta tetap berlanjut gan, saya langsung meminta untuk diantarkan saja ke tujuan berikutnya yaitu pulau Kelapa. Nah di sana baru terasa seperti berlibur. Ditambah suasana pantai di pulau Kelapa yang saat itu benar-benar sepi.

Wenak Bro!
Mas Duyung dan Rekans
Wefie 😀
Sesekali Mas-coolin
3 in One
Fian Latuconsina
Yola 😀

Yap setelah berpesta barbar di Pulau Kelapa dan makan siang mewah (yang sebetulnya sekedar Indomie double dan Nasi Telor) kami berpindah tempat ke Laguna. Sayang sekali selama di Laguna saya malas untuk mengeluarkan smartphone karena kebetulan sudah lowbet dan hampir mati, untuk gambar-gambar di Laguna dapat mampir ke lapaknya Yola ya 😀

Next destination is back to Kiluan, badan saya terasa sangat capek dan pegal. Apalagi kulit tengkuk dan leher perih sekali karena terbakar matahari. Pulang Jakarta sudah pasti hitam eksotis. Namun ternyata teman-teman justru ingin menikmati sunset di pulau Kelapa lagi. Karena saya sudah malas gerak alias mager enak di pinggir pantai, saya memilih untuk hunting sunset sendiri di Kiluan setelah mandi dan beristirahat. Sekalian agar tidak terlalu capek di esok harinya, maklum umur sudah bukan ABG lagi hehehe.

Semburan Cinta
Enyak
Entah Kenapa Teringat Kue Lapisnya Eyang
Setajam Masa Lalu
Aku Pernah Ingin Berjuang untuk Kamu
Masa Depan Tidak Berada di Masa Lalu
Black and White

Keesokan harinya kami menuju Pulau Pahawang, perjalanan dari Kiluan menuju Dermaga Pahawang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Yah tidak begitu jauh lah, dan saat menuju Dermaga Pahawang kami melihat spot foto yang cukup Instagramable hehe. Akhirnya kami berhenti *lagi* untuk berfoto ria.

Eyang Subur dan Murid
Jangan Baper!
Adiprana
Saya Kok Hitam?
Prinses
Semangat
Primadona Pantai Selatan

Wah kok banyak sekali ya foto-foto di postingan trip ini? Hahaha santai tinggal sedikit lagi pamernya, sudah hampir selesai. Selesai berfoto ria kami bergegas menuju Dermaga Pahawang. Untuk mengitari pulau-pulau sekitar, kami ‘bekerja sama’ dengan pengunjung lain saat menyewa kapal agar lebih murah biayanya. Kebetulan pengunjung tersebut berangkat satu keluarga hehe sehingga kapal dapat langsung lepas sauh. Kami berangkat dari Dermaga di siang hari yang panasnya sangat sungguh menyengat, sekitar pukul 13.00 WIB.

Selama di Pahawang kami bermain snorkling, ke pasir putih, dan pulau Pahawang itu sendiri. Lamanya trip tergantung dari jam keberangkatan saya pikir. Namun pastinya estimasi lama atau durasi trip sekitar 3 – 5 jam untuk bermain di Pahawang. Sayangnya snorkling di Pahawang kurang oke secara kebersihan. Ayo donk jangan buang sampah dan limbah sembarangan! Kasian ikan dan terumbu karang di Pahawang. Airnya keruh dan ikan-ikannya sudah sangat sedikit jika di dekat pantai. Bahkan saat snorkling saya lebih sering bertemu dengan sampah Rinso, Blue Band, Indomie, dan sebagainya.

Rambo
Pasir Putih
Menyelam ke Hatimu
After Snorkling
Menuju Dermaga Pahawang
In Frame
Delicious Sunset

Selesai bermain seharian di Pahawang, kami kembali menuju ke dermaga dan menandakan resmi berakhirnya trip kami. Kembali menuju parkiran mobil untuk bersih-bersih badan dan bersiap pulang ke Bandar Lampung. Dari Pahawang menuju Bandar Lampung tidak terlalu jauh, hanya butuh sekitar dua jam lebih. Sampai di Bandar Lampung sudah larut malam tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB. Kenapa sudah larut malam? Karena ternyata pada jam tersebut di kota sudah sepi hehe. Kami langsung menuju tempat makan malam. Hotel yang kami pesan yaitu Hotel POP! Tanjung Karang, lokasinya ada di bawah ini :

Pesan hotelnya lewat aplikasi Traveloka, jadi dapat harga yang sangat jauh lebih murah dari harga biasa. Padahal waktu itu sedang musim liburan sekolah *penting ga sih? hahaha* Tapi serius saya dapat tidur lelap di hotel tersebut dan sarapannya cukup enak. Okelah, sekian sharing trip perjalanan ke Lampung dari saya. Semoga dapat lebih barokah untuk liburan selanjutnya 😀

Melepas Galau, Sweet Escape di Teluk Kiluan Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s