Hunting Foto Landscape di Sawarna

When Blue met Red

Sebetulnya ini adalah draft post 16 September 2016, namun baru sempat saya publish sekarang hehe. Maafkeun, jadi segala perkara yang terjadi di postingan ini acuan aktualnya pada tanggal tersebut yak!

Beberapa minggu yang lalu teman kantor lama saya mengunggah foto di Instagram saat sedang liburan di Pantai Sawarna. Dari beberapa gambar ada yang menarik perhatian saya. Khususnya foto yang ada momen sunsetnya. Vibrant dan warna di pantai tersebut membuat hati ini menjadi excited. So, saya memutuskan untuk pergi ke sana. Tepatnya sekitar 2 minggu yang lalu.

Dan ternyata adalah sebuah kebetulan, tanggal 3 September merupakan fase bulan mati. Jadi ada kesempatan untuk hunting foto Milky Way di pantai. Touring kali ini saya lebih memilih untuk sedikit mewah. Yaitu meskipun mengendarai motor, tapi menginapnya di penginapan. Jadi sengaja tidak membawa tenda.

Setelah mempersiapkan sepeda motor dan perlengkapan, saya berangkat tepat pukul 10.00 pagi. Rute perjalanan dari Jakarta menuju Bogor, dan dari Bogor nantinya akan langsung tancap gas ke Sukabumi dan Pelabuhan Ratu. Estimasi kira-kira sekitar 6 jam perjalanan. Tapi kembali lagi, tergantung situasi dan kondisi jalanan. Karena ternyata waktu pulang jauh lebih cepat.

Perjalanan dari Jakarta ke Bogor cukup macet, khususnya ketika melewati TB Simatupang ke arah Cijantung. Masih macet lagi ke arah Depok dan Cibinong. Baru setelah Cibinong lancar jaya. Kira-kira sekitar jam 12.00 kurang saya sampai di kota Bogor. Selama perjalanan saya memang tidak makan siang, karena sudah menyiapkan snack ringan lagipula malas untuk makan berat.

Dari Bogor menuju Ciawi juga tidak kalah macetnya. Selain macet karena jumlah kendaraan darat yang membludak saat liburan (khususnya di persimpangan Puncak – Sukabumi), sedang ada perbaikan di sepanjang Jalan Sukaraja. Ya tidak bisa protes deh, baru sekitar pukul 13.00 siang saya terlepas dari kemacetan.

Melaju dengan kecepatan santai dan stabil, 60-80 km/jam. Dan dapat masuk ke Cibadak 30-40 menit kemudian. Sempat berhenti di Indomaret untuk istirahat dan makan snack Fitbar sekitar 15 menit. Lalu saya pun kembali melanjutkan perjalanan. Dari Cibadak menuju Pamuruyan, jalanan meliuk-liuk dan penuh tanjakan serta turunan. Jadi sebaiknya tidak terlalu kencang.

Saya kembali menjaga kecepatan sekitar 60 km/jam. Selama perjalanan sebaiknya menjaga konsentrasi dan tidak lewat jalur tersebut ketika malam. Tidak adanya penerangan dan cukup berkelok-kelok sehingga sangat meningkatkan resiko kecelakaan, apalagi ketika hujan deras. Jadi saran saya adalah pergi pagi atau siang saja ketika lewat sini. Apalagi jika kurang fit dan tidak yakin benar tentang arah. Sebetulnya penunjuk arah lumayan jelas dan sinyal provider XL sangat oke di daerah ini.

Setelah sekitar hampir 1 jam lebih berkendara, saya melewati banyak daerah yang menarik. Khususnya pintu masuk ke Taman Nasional Gunung Salak. Rasanya pengin mampir sebentar dan mendaki ke sana. Sayang, khusus di hari tersebut saya konsisten memilih mengejar momen di dataran rendah daripada dataran tinggi hehe.

Sesampainya di Cikidang, saya kembali beristirahat 10 menit di Indomaret. Hal ini saya lakukan untuk menjaga konsentrasi. Karena belajar dari solo touring sebelumnya, terlalu mengeksploitasi tenaga sehingga sangat tidak dianjurkan. Setelah konsentrasi pulih, saya kembali melanjutkan perjalanan. Dari Cikidang menuju Pelabuhan Ratu hanya memakan waktu kurang dari 1 jam.

Karena perjalanan yang lengang, saya memacu kendaraan di kecepatan 70-80 km/jam. Sesampainya di Pelabuhan Ratu saya kembali isi bensin. Lumayan irit untuk ukuran motor umur 4 tahun, di Bogor saya sudah isi full-tank dan baru menipis setelah menempuh 85 km. Di Pelabuhan Ratu jalanan cukup lengang dan disuguhi pemandangan indah. Yap pantai.

Dari kejauhan bau pantai sudah sangat tercium, apalagi ketika semakin mendekati ujung kota Pelabuhan Ratu. Dari ujung kota, selama perjalanan di sebelah kiri terlihat hamparan warna biru. Ditemani oleh laut dan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan. Sungguh takjub dengan anugerah sang Ilahi. Sangat menyenangkan, menenangkan, dan menentramkan hati serta pikiran. Hati dan otak pun berdamai *halah*

Dari beberapa pantai yang saya lupa namanya, ada satu pantai yang cukup mencuri perhatian saya. Yaitu pantai Karang Aji. Pantulan warna biru langit dan hijau dari hutan sekitar terlihat dari jalan raya. Gradasi warnanya sangat indah, saya jadi ingin mampir sebentar. Sayang waktu sudah menujukan pukul 15.30 lebih. Jadi harus segera sampai di Sawarna sebelum maghrib agar tidak tertinggal momen sunset.

Kira-kira pukul 16.00 kurang saya sudah melewati provinsi Jawa Barat dan memasuki provinsi Banten. Cuaca perjalanan cukup cerah sehingga tidak khawatir akan hujan. Memasuki area wisata Sawarna saya sempat salah jalur dan harus memutar balik sekitar 8 km. Jalanannya cukup rusak, bahkan saya sempat terjatuh dari motor karena kurang berhati-hati untuk memperhatikan belokan. Sehingga tidak siap ketika rem mendadak.

Untungnya ketika jatuh tidak dalam kondisi kecepatan kencang dan kondisi ramai, hanya sedikit lecet di kaki. Saya memang selalu mengutamakan safety, jaket tebal dan celana panjang serta sarung tangan. Cek motor ternyata tidak ada kendala selain gagang spion yang tergores-gores. Itulah kenapa jangan meremehkan jalanan yang sepi, kadang menghanyutkan. Alon-alon asal kelakon kan?

Sekitar pukul 16.30 lebih, sampai juga di Indomaret dekat pos masuk wisata Sawarna untuk beli Hansaplast. Di Indomaret ini saya dikenalkan dengan seorang pemandu Wisata oleh pramuniaga lokal. Nama pemandunya Rizal, dari logatnya orang Sunda banget dan masih kecil. Sepantaran dengan adik saya Rara. Oleh Rizal saya diantar ke penginapannya.

Di penginapan saya ditembak harga Rp. 350.000,-. Tapi saya beralasan habis mengalami kecelakaan dan tidak ada budget segitu. Berhasil nego dengan harga Rp. 200.000,-. Tapi kena harga sedikit mahal di ojeknya yaitu Rp. 100.000,-. Setelah membersihkan luka dan ganti celana pendek. Saya melanjutkan jalan ke Pantai Tanjung Layar. Hanya sekitar 15 menit dari penginapan.

Berikut beberapa gambar di pantai Tanjung Layar

Tanjung Layar
Tanjung Layar
Ultimate Nature of Sawarna
Ultimate Nature of Sawarna
Soft as Butter
Soft as Butter

Setelah makan malam, saya kembali ke penginapan untuk mandi sebentar dan berangkat lagi ke pantai pukul 20.00. Untungnya langit cerah dan bertaburan bintang, berikut beberapa foto Milky Way yang sukses saya abadikan. Powered by Sony ⍺6000 dan Samyang 12mm.

Milky Way 1
Milky Way 1
Milky Way 2
Milky Way 2

Setelah puas bermain di pantai, saya kembali ke penginapan untuk beristirahat. Tertidur sekitar pukul 00.00. Esok paginya, Rizal membangunkan saya untuk melihat sunrise di Pantai Karang Beureum, Karang Taraje, dan Pasir Putih. Pantai Karang Beureum adalah pantai pertama yang kami hampiri.

Di pantai Karang Beureum ombaknya cukup besar, dari kejauhan terdapat pemecah ombak alami. Yaitu batuan karang raksasa. Jarak yang aman untuk mengambil gambar dan bermain sekitar 10-50 meter dari bibir pantai. Jadi sebaiknya jangan terlalu dekat dengan pemecah ombak. Karena ombak yang besar dan pastinya cukup kuat untuk menarik kita ke lepas pantai.

Ombak cantik berlarian dan menggulungkan dirinya, saya langsung mengambil gambar untuk mengabadikan momen langka tersebut.

Swirl
Swirl
Such a Cloudy
Such a Cloudy
Mengalir dengan Perasaan
Mengalir dengan Perasaan
Purple Mood
Purple Mood
Mini Waterfall
Mini Waterfall
Water Flow
Water Flow
Sky of Sea
Sea of Sky

Setelah puas hunting gambar di Karang Beureum kami melanjutkan ke Karang Taraje. Jaraknya tidak jauh, sekitar 10-15 menit perjalanan dengan menggunakan motor. Untungnya air sudah surut, sehingga aman untuk ambil gambar dan tidak terlalu basah-basahan. Sebaiknya menggunakan sepatu sandal yang terikat kencang karena arusnya lumayan.

Di pantai ini saya mengabadikan gambar ombak yang menghantam karang, bak air terjun tapi versi air asin hehe. Powered by SEL 55-210mm OSS Telephoto Lens.

Karangnya Dipeluk Ombak
Karangnya Dipeluk Ombak
Jangan untuk Surfing ya!
Jangan untuk Surfing ya!
Salt Waterfall
Salt Waterfall
Mandi Ah....
Mandi Ah….
Just Blow
Just Blow
Splash!
Splash!

Setelah puas bermain, saya pulang ke penginapan diantar oleh Rizal. Kurang lebih 3 jam sudah saya menikmati sunrise. Saatnya beristirahat sebentar dan bersiap kembali ke Jakarta. Tertidur pulas sekitar 1 jam, lalu bangung dan mandi. Saya pun beranjak dari penginapan untuk menuju ke Jakarta. Perjalanan pulang kurang lebih 5 jam kurang. Lebih cepat 1 jam dikarenakan arah ke Jakarta sangat sepi. Macetnya baru saya rasakan ketika sampai di Depok.

Anyway, saya puas dengan keindahan pantai Sawarna. Tapi masih penasaran dengan pantai Karang Aji. Maybe next time akan kembali ke sana jika momennya sudah pas. Ah besok siang sudah harus ke Jogja untuk dinas kantor. Wish me luck, and hope you enjoy my photograph. See ya!

Hunting Foto Landscape di Sawarna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s