Transmigrasi Blog?

Dulu FS, terus pindah WordPress.com, terus pindah .net, kok sekarang balik lagi WordPress.com? Kok nama blognya alay yak? Kok jijay lihat alamat blognya? Lhoh kok ini baru lagi ya? Kok hobi banget pindah-pindah? Kok ngga konsisten? Kok bla..bla..bla.. dst.

Mohon maaf lhoh! Habisnya karena jengkel dengan performa dan jasa layanan D*pur Ho*ting, akhirnya saya harus repot memindahkan sebagian tulisan dari blog ini ke blog jaman sempat merasakan kuliah. Gimana tidak jengkel? CMS WordPress yang sudah saya hosting secara mandiri (plus theme dan pluginnya sudah banyak yang saya kustom, bahkan beberapa di antaranya asli buatan sendiri) dan saya beri label merk sejak 2015 silam harus sirna seketika karena seringkali tidak dapat diakses dan down 😦

Hiks sedih banget jika teringat masa-masa begadang develop plugin Spotify, Gmap, Geotagging, TinyMCE, Gallery Slider dengan JSSOR, Gallery Enhancement via URL dengan Unite Gallery, dsb yang sekarang sudah menjadi kenangan karena WordPress.com tidak memperbolehkan install plugin untuk alasan support.

Kok tahu down? Soalnya inbox sampai penuh dengan email alert Jetpack WordPress. Diagnosa awal karena kesalahan teknis kustom CMSnya. Saya coba non-aktifkan beberapa plugin dan ganti theme yang masih perawan. Namun tetap saja lemot dan bahkan untuk buka halaman dashboard admin sering terkena timeout. Ternyata penyebab utama adalah bandwidth hosting yang loyo. Ukurannya terlalu kecil untuk mengirim paket data. Ibarat nekat mengendarai truk raksasa lewat jalan tikus. Terbukti ketika saya pindahkan hampir semua isi folder instalasi di subdomain, langsung deh ngacir karena paket data yang harus dikirim dari server ke client menjadi sangat sedikit 😐

Ya sudahlah ada harga ada rupa karena memang sengaja memilih layanan hostingnya yang paling murah dan meriah. Berhubung saya sendiri sudah mager alias malas gerak untuk tuning, troubleshot, maintenance, dan upgrade secara berkala. Setelah bete akut karena sering tidak dapat ngepost akibat loading yang lambat dan bosan karena terus-terusan ditanyain kenapa blog tidak dapat diakses, keputusan finalnya adalah bedol desa alias transmigrasi ke yang gratisan tapi joss. Cukup backup metadata posting dan pasrahkan kepada support Automattic untuk perihal tetek bengek tuning serta restore backup metadatanya. Enak tho? Udah gratis, dapat pelayanan serta performa yang oke pula hehe 😀

Sayonara upgrade manual! Bye lemots! Welcome gratisan!

Memang nama weblog yang sekarang jijay, kampungan, ndeso, dan alay. Mohon maaf, karena sekali lagi karena ini adalah blog pertama saya sewaktu membuat akun di WordPress.com untuk keperluan asistensi di kampus. Register est. 2009 gan dan memang sebetulnya sudah lama saya tidak buka (kalau tidak percaya, coba cek blogroll bahkan masih ada link blog mantan). Lagipula jika memang bukan karena performance issue akibat limitasi hosting, saya tidak akan labil pindah-pindah. Ah sudahlah, yang penting isi serta jiwa blog ini tetap saya banget dan saya dapat melanjutkan ngepost tanpa terhalang loading lambat huahahaha 😀

Welcome to my old ‘new’ weblog! *sambil bersih-bersih, banyak sarang laba-laba dan kecoaknya*

Regards,

Transmigrasi Blog?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s