Steller, Story Teller!

Daripada sosial media yang ramai seperti Instagram, saya lebih cocok dengan Friendster. Karena melalui Friendster saya mengenal dunia blogging. Yup, saya justru tidak pernah memanfaatkan fitur sosial media dari Friendster sebetulnya. Sosial media yang ideal bagi saya justru yang pasif, informatif sekaligus sangat deskriptif, dan tidak ramai alay hehe. Karena jika hanya sekedar online friendship, wall to wall, testimoni, komentar, dan likes namun tidak membangun bukanlah esensi dari sosial media bagi saya. Itulah kenapa saya sendiri lebih menggandrungi layanan blogging daripada Instagram.

Memang jujur sih saya punya akun Instagram, namun penggunaannya terbatas. Instagram ya hanya sekedar punya. Tidak terlalu aktif, cuma untuk bersosialisasi secara “maya” Konon agar terlihat normal. Soalnya masukan dari beberapa teman jika tidak punya Instagram takutnya dikira buronan FBI, CIA, Badan Intelejen Negara, dsb. Sedangkan Instagram turut saya gunakan untuk melampiaskan ambisi project pribadi yaitu project ‘150’. By the way, saya berencana tidak lagi aktif di Instagram secara permanen hehe.

Overall saya masih belum menemukan sosial media yang benar-benar cocok dengan kepribadian saya yang sebetulnya hobi banget pamer berbagi bercerita. Jujur saja, saya memang suka dengan fotografi dan media sosial fotografi yang paling populer kata orang adalah Instagram. Namun sayangnya untuk mendeskripsikan cerita dalam bentuk caption menurut saya agak kurang nyaman dan pas. Sampai pada akhirnya awal tahun lalu saya mengenal sebuah sosial media yang dapat dikatakan gue banget. Steller! Oh iya, Steller sendiri bukan barang baru kok. Sebetulnya sudah ada sejak lama, namun di Indonesia sendiri baru booming tahun 2016an.

Sosial media ini menggunakan media gambar dan video untuk bercerita dalam bentuk slide. Dan masih dapat menambahkan caption keterangan serta slide deskripsi untuk cerita saya. Mirip power point, jadi berasa membuat slide presentasi. Hasil jadinya mirip dengan booklet dan majalah. Layout themesnya juga bikin tambah oke. Dapat dibuat model adventure, vintage, elegan, fun, dan cozy. Jadi tidak garing. So that’s why saya sangat cocok dengan Steller. Yang turut menjadi favorit saya adalah homefeednya berasa seperti lemari buku di perpustakaan. Jadi dapat membaca cerita mana saja yang saya ingin ketahui dengan gratis! Cukup mendaftar di Steller.

Selain itu, enaknya adalah dapat membookmark cerita-cerita tersebut menjadi collection atau kumpulan cerita. Tujuannya agar dapat mengkategorikan cerita-cerita mana saja yang sejenis agar lebih rapi. Semacam katalog gitu lah. Sejauh ini Steller hanya mendukung piranti mobile iOS dan Android. Dan sejauh ini, di iOS saya sungguh puas dengan performa sosial media yang satu ini. Lumayan membuat saya ketagihan dan sibuk membaca. Justru karena Steller saya menjadi lebih banyak mendapatkan ilham dan ide menulis serta fotografi. Wah lama-kelamaan saya pindah rumah dari blogging ke Steller nih hehe.

Awal-awal menggunakan Steller sih agak kaku dan bingung. So di awal menggunakan aplikasi ini saya ngepos tentang pendakian Merbabu yang secara detail terposting di sini.

Tidak disangka Steller mempublishnya sebagai recent post sehingga minimal ada yang baca postingan tersebut. Berasa diapresiasi jadinya. Eh dan baru sadar di postingan kedua saya, ternyata Steller itu juga mirip dengan NatGeo Your Shot. Cerita atau esai gambar yang menurut Steller memiliki khas serta masuk dalam kategori tertentu langsung ditarik ke Steller Hub serta newsletternya. Jadi langsung booooom!

Cekidot di sini!

Seneng banget deh, ibaratnya iseng ngirim tulisan ke redaksi eh ternyata justru dimuat dan akhirnya banyak dibookmark oleh pengguna lain. It’s nice to share with you guys! At the end, Steller menjadi sarana hobi saya yang paling pas, dan menurut saya sangat bermanfaat untuk meringkas esai foto yang ada di blog. Jadi tidak menggantikan fungsi blog sebetulnya, secara saya sudah menganggap blog ini seperti rumah saya sendiri. Kata orang sharing is caring, jadi ada yang punya akun Steller? Saling follow yuk.

smilies_fb5ohtw20w8z.gif

Eh iya ini ada satu lagi, trip Buyar Army ke Lampung! Monggo 😀

Update : link sudah tidak lagi aktif karena sudah saya hapus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.