Kangen Bapak

Beberapa waktu yang lalu saya menonton Guardians of The Galaxy Vol. 2 bersama Mas Ore dan Mbak Nila. Filmnya bercerita tentang pertemuan Star-Lord dengan ayahnya. Sosok yang dari kecil ia sendiri tidak tahu dan mengenal. Hingga akhirnya bertemu, meski di akhir cerita…. Ah sudahlah, tonton saja sendiri hehehe. Saya tidak bermaksud mereview tentang film tersebut. Ada satu scene dengan soundtrack yang sangat menyentuh hati saya. Yaitu pada saat adegan perjalanan Star-Lord dengan ayahnya di planet Ego lalu mengalun lagu Father and Son by Cat Steven.

I was once like you are now, and I know that it’s not easy
To be calm when you’ve found something going on
But take your time, think a lot

Jujur aja waktu dengar lirik lagu ini lalu melihat adegan pertemuan bapak dan anak tersebut saya baper tiba-tiba. Saya jadi teringat dengan almarhum bapak saya. Seseorang yang saya ingat dengan jelas ketika saya masih kecil. Namun meski begitu saya mengenalnya dengan baik termasuk dari sekian banyak cerita yang baik tentang beliau. Siapa sih beliau? Bapak saya itu orangnya ganteng, kata orang waktu muda seperti Rano Karno hehehe.

Saya dan Bapak

Selama hampir 10 tahun saya mengenal dan berinteraksi langsung dengan Bapak, yang ada di benak saya beliau itu :

  • super sederhana
  • tidak sombong
  • the best mekanik ever
  • pinter matematika dan jago bahasa inggris
  • hobi nyanyi meski suaranya sumbang
  • baik bener-bener baaaaaaaaaiiiiiiik banget
  • dan galaknya ngga ketolongan.

Saking baiknya sampai-sampai jika ketemu orang di kampung halaman, pasti mayoritas kenal. Galaknya muncul ketika saya tidak mau belajar, gangguin si Iyul dan ngusilin Mas Ore sampai mereka nangis, dan tidak mau nurut jika ditegur Ibu. Tidak jarang pantat ini lebam terkena jurus kemoceng liar. Pernah suatu hari saya dengan sengaja mematahkan bunga anggrek kesayangan Ibu dan Bapak, pulangnya saya langsung deh kena hajar plus dikurung di kamar mandi. Beliau memang kasar, tapi kasarnya itu mendidik agar anaknya menjadi penerus bangsa yang berguna. Apalagi kalau saya tidak belajar dan sengaja tidak lupa mengerjakan PR, habis sudah. Maklum, bagi beliau pendidikan itu sangat penting karena beliau sendiri memberikan contoh langsung dengan menempuh pendidikan hingga S2. Tapi setelah saya kena marah, esok harinya beliau langsung minta maaf lalu mentraktir saya di KFC sekaligus bonus muter-muter di terminal hanya untuk melihat bus besar.

Maklum anak kecil, melihat bus-bus besar serta dengar klakson ‘telolet’ saja sudah senang bukan kepalang. Bahagia versi saya mah sederhana. Kata Ibu, jiwa bus mania saya menurun dari Bapak (saat kecil saya suka sekali menggambar dan mengabsen nama bus yang lewat di pinggir jalan). Karena memang sewaktu saya masih TK hingga kelas 2 SD Bapak bekerja di Tangerang dan seringkali menggunakan transportasi bus malam dari Salatiga. Termasuk rasa cinta saya dengan kegiatan touring, Bapak sangat suka bepergian jauh menggunakan mobil dan motor. Dari beliau saya mengenal banyak tempat, karena sangat-sangat-sangat-sangat dan sangat sering beliau mengajak pergi kami sekeluarga untuk travelling.

Tugas di Timor-Timur

Hmmm, jadi saya tidak perlu heran kenapa saya ini bukan tipe orang yang mudah disorientasi dengan arah dan tidak dapat diam di satu tempat. Oh iya, sewaktu saya masih balita beliau juga sering ditempatkan di pelosok. Meski sayangnya banyak cerita yang belum sempat diceritakan langsung oleh beliau kepada saya. Biarpun jauh dari keluarga, istri, dan anak-anaknya yang masih kecil beliau tetap berjuang. Itu yang saya bangga dan salut dari Bapak. Beliau tidak pernah mengeluh dan justru pulang dengan segudang cerita pengalaman. Tetap bagi beliau keluarga adalah nomor satu. Makanya waktu saya ditugaskan ke Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Singapura teladan dari beliau benar-benar saya pegang teguh. Bener-bener deh beliau itu sosok yang lovable.

Saya mengerti bahwa memang jauh dari keluarga itu susah banget, tapi nanti cerita-cerita dan pengalaman selama merantau itulah yang akan dituai.

Sedikit ngoceh tentang bakat dan minat, beliau cukup mahir dalam menggambar dan fotografi. Semacam pecinta aliran realistis dan modern. Sampai-sampai beliau membeli kamera analog dan tripod buat jeprat-jepret. Hingga sekarang kamera tersebut masih ada lho, merknya Fujifilm. Hanya saja saya kurang tahu apakah masih dapat dipakai atau tidak. Tripodnya sendiri sampai sekarang ada di rumah Mas Ore. Kesamaan beliau dengan Ibu adalah selain sama-sama suka travelling juga sama-sama hobi fotografi, mungkin juga karena itu mereka berjodoh hehe.

Jepretan Bapak di Gembira Loka, Yogyakarta

Oh iya pamer juga ah, berikut hasil sketsa iseng-iseng saya. Hobi ini mulai saya tekuni dari kelas 2 SD, beliau sendiri yang sejak kecil mengajari saya melukis.

Sketsa

Memang terkadang itu rasanya iri ketika melihat yang lain masih dapat berjalan bersama kedua orang tuanya. Sedangkan saya (hingga tulisan ini ditulis) sudah 17 tahun tidak merasakannya, namun saya tetap bersyukur. At least album ‘awan’ sudah membantu saya untuk menyimpan momen-momen kebersamaan kami meski tidak banyak. Thanks kepada Bapak dan Ibu yang sejak kecil juga sudah mengenalkan kami bertiga dengan dunia teknologi informasi. Sehingga kami tidak ada yang gaptek. Saya masih ingat dulu di rumah sekitar tahun 1994, orang tua saya ‘mensubsidi’ otak kami dengan PC. Tidak lupa dengan Nintendonya 😛 Saya sengaja menuliskan ini di blog, agar menjadi catatan histori buat anak-cucu saya kelak. Bahwa almarhum bapak saya adalah seseorang yang all-out, tidak pernah setengah-setengah, berpendidikan, family-man, dan penuh kejutan.

Portrait Saya dan Mas Ore oleh Bapak
Vespa dan Anak Kesayangan Bapak 😛
Our First PC Biar Tidak Gaptek

Reward dari Indotravellers.co di Instagram kepada saya, saya tujukan untuk Bapak. Terimakasih atas kenangannya. Saya kangen Bapak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.