Just a Matter of Shutter Speed

Dan sekalinya jepret di sebuah event singkat dengan durasi 2 jam, paling tidak saya menghasilkan hampir 200 foto. Tepat hari minggu 9 April, Angkatan Udara Indonesia merayakan dirgahayu yang ke 71 di Lanud Halim Perdanakusuma dan saya mendapatkan ‘undangannya’ dari grup keluarga untuk meliput acara tersebut. Berhubung saya sendiri sedang bosan explore teknik long exposure ya tidak ada salahnya berganti suasana untuk jepret aksi udara yang pastinya sangat berbeda dengan long exposure.

Biasa saya menjepret gambar dengan nyantai, sekarang njepretnya harus sigap serta awas dengan momen-momen yang terjadi. Intinya melatih kepekaan. Gear yang saya siapkan :

  • Tas kamera backpack Natgeo
  • Sony Mirrorless ⍺6000
  • Telephoto lens Sony 55-210mm OSS

Sebetulnya lensa ini kurang ngezoom saat harus mengambil gambar yang memang jaraknya sangat jauh. Saya rasa focal length lensa minimal 70-300mm atau jika punya yang lebih jauh maka lebih baik. Selain lensa yang perlu diperhatikan adalah setting kamera. Sudah lama saya tidak pernah mengambil gambar dengan mode automatic atau aperture priority, lebih suka menggunakan mode manual. Dan menurut saya mode manual adalah mode yang terbaik, karena setelannya lebih dapat menyesuaikan dengan keadaan yang saya lihat dan dengan apa yang saya ingin hasilkan.

Selain setting mode manual, hal yang cukup critical adalah setting AI Focus. Kesalahan saya yang paling terlihat adalah menggunakan fokus AF-S(ingle) di beberapa jepretan awal. Bukan karena saya tidak paham perbedaan antar fokus. Tapi karena benar-benar lupa! Seharusnya yang digunakan adalah AF-C(ountinous) karena sifatnya adalah untuk mengambil object gambar yang bergerak, sedangkan Single adalah untuk object statis. Sial benar memang, tapi ya jadi pembelajaran untuk kedepannya sebelum memulai perang harus cek semuanya dengan baik.

Untungnya beberapa gambar yang menggunakan AF-S masih dapat ditolerir tingkat kesalahan fokusnya. Cuaca pagi itu sangat cerah dan cenderung panas, mataharinya juga sangat terang (plus menyengat) jadi tidak perlu khawatir tentang exposurenya. Dan karena tidak perlu khawatir dengan exposure, so pasti juga tidak perlu takut menggunakan super fast shutter speed. Jepretan aksi saya rata-rata di atas 1/400s. Sangat diperlukan agar gambar tidak blur. Untuk speed di atas 1/800s saya menggunakan ISO 250-400. Untuk bukaan lensa saya menggunakan f6.3.

Momen yang paling saya sayangkan karena benar-benar terpesona hingga lupa jepret adalah ketika pesawat melakukan akrobat dengan pola “love”. Perasaan peka untuk momen-momen penting memang sangat diperlukan dan saya masih perlu berlatih. Anyway berikut ini adalah beberapa hasil jepretan saya.

Pelindung Penerus Bangsa
Machine Gun!
Merenung
Arena

Berikut beberapa foto ketika parade dimulai :

Parade 1
Parade 2
Parade 4
Bapak ini berteriak menegur penonton yang ‘usil’ menyeberang jalan ketika parade berlangsung

Berikut adalah foto-foto ketika aksi udara berlangsung :

Helikopter AU
Salah fokus sedikit berasa
Barisan Helikopter
Helikopter Siap Tempur

Untuk foto-foto atraksi pesawat :

Atraktif!
Formasi
Tampak Bawah
Sukhoi
Dirgahayu Angkatan Udara Republik Indonesia yang ke 71!

Oh iya tidak lupa adegan parasut yang cukup menegangkan tidak luput dari jepretan saya :

Paratrooper!
Terjun Bebas
Mendarat Mulus
Packing

Oke, sekian foto-foto dari saya. Mohon maaf jika banyak kekurangan dari foto-foto ini, just for sharing bahwa ternyata jepret aksi juga tidak kalah serunya dengan bermain long exposure. It’s just a matter of shutter speed. Dirgahayu AURI yang ke 71. Terimakasih sudah melindungi langit negeri ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.