Hyperlapse dan iMovie di iPhone 6s

Gerakan awan yang berbentuk gulali bergerak dengan gesit terus melesat haha. Sebelumnya kalau ada yang belum tahu apa itu time-lapse dapat lihat di sini, di sini dan di sini. Awal mulanya sih tidak tertarik dengan video time-lapse. Tapi setelah mencoba kok ketagihan ya. Emang soalnya baru belajar, and at least ada beberapa hal baru yang dapat saya jadikan catatan di blog ini.

Nah untuk membuat time-lapse, ternyata tidak harus berbekal kamera DSLR atau mirrorless. Dengan smartphone saja sudah cukup. Dengan dukungan software, time-lapse yang direkam oleh kamera smartphone sudah mampu menghasilkan video yang dapat dibilang cukup stabil. Coba cek aplikasi Microsoft Hyperlapse jika menggunakan Android dan Instagram Hyperlapse yang didesain khusus untuk iOS.

Sebetulnya di iOS secara out of the box sudah ada fitur time-lapse, tapi untuk hasil merekam dan rendernya dapat dibilang masih kurang oke jika dibandingkan Hyperlapse. Khususnya masalah kestabilan ambil gambar saat merekam. Cek rujukan dari sini. Jika ingin lebih stabil sebetulnya dapat menggunakan tripod atau gorillapod. Pastinya jauh lebih stabil dan tidak goyang-goyang hehe.

Untuk pengambilan gambar dengan kecepatan 8x, jika ingin menghasilkan video selama +- 2 menit ternyata harus merekam video at least minimal 15 menit. Jadi dapat dibayangkan jika semisal ingin merekam dengan hasil durasi render sekitar 5 menit berarti berapa jam kita harus menunggu dan jika dengan kecepatan 11x berarti harus lebih lama lagi. Sebetulnya smartphone kurang cocok untuk mengambil dalam durasi yang lama karena sensor kamera dan baterai pasti sangat panas. Termasuk layar display pasti umurnya cepat berkurang hehe *jadi alasan untuk upgrade hape*

Untuk pengambilan video selama 15 menit, iPhone 6s milik saya lumayan terkuras dengan cepat baterainya. Langsung berkurang sekitar hampir 10%, tapi nilai ini relatif tergantung background process di smartphone masing-masing individu. Tapi mengingat bahwa hardware smartphone tidak setangguh kamera DSLR, ya mungkin masih cocok lah jika hanya ambil 15 menit-30 menit. O iya, pastikan handheld atau penopangnya harus kokoh. Agar semisal terkena getaran tidak terlalu berasa goncangannya. Soalnya meskipun software dapat melakukan VC (Vibration Compensation) tetap saja tidak dapat melakukan reduksi sampai dengan benar-benar mulus.

Nah masih dalam suasana mengoptimalkan smartphone, mengambil video time-lapse dapat dikombinasikan dengan aplikasi lain tanpa perlu memindahkan hasil rekaman dan memprosesnya di komputer. Yang sudah saya coba adalah menggabungkan hasil rekaman Hyperlapse dengan software iMovie. Apa sih gunanya post-process dengan movie maker? So pasti adalah untuk mempercantik, seperti menambahkan misal theme song atau suara yang memperkuat suasana sehingga tidak kosong melompong hanya gambar gerak cepat hehe. Jika selama 1-5 menit melihat video tanpa ada suara pasti garing karena time-lapse tidak untuk merekam suara.

O iya enaknya lagi adalah jika smartphone mampu merekam 4K dan merender ke 720p pastinya bakal lebih puas melihat hasilnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.