Solo Traveling di Bandung

Berhubung liburan Maulid Nabi jatuh di tanggal 12 Desember yaitu di hari Senin, hari Kamis saya memutuskan untuk pergi berlibur ke Bandung. Lumayan di akhir tahun mendapatkan libur panjang. Sekalian ingin hunting setelah terinspirasi oleh foto-foto yang bertebaran di Instagram. Yaitu tepatnya di daerah Pangalengan dan Situ Cileunca.

Awalnya saya ragu jika harus berangkat sendiri karena benar-benar tidak mengenal kota Bandung dan buta arah. Tapi berbekal Google, Tiket.com, dan Traveloka everything should be OK laa hehe. Rencana saya adalah menginap di daerah Cipaganti. Kenapa Cipaganti? Karena daerah tersebut lumayan cukup sentral dan di sekelilingnya terdapat banyak jajanan kuliner khas Bandung sehingga tidak perlu bingung untuk icip-icip.

Target awal lapak kuliner yang sudah saya incar adalah :

  1. Warung Suluh, makanan khas Sunda
  2. Batagor Hanjuang, makanan khas Bandung
  3. Iga Bakar si Jangkung, spesialis iga bakar kambing dan sapi
  4. Mie Kocok

Run-down rencana awal seperti berikut :

  1. Sabtu pagi berangkat pukul 08.00 WIB (tidak lupa sarapan di daerah Jakarta Timur)
  2. Sampai Bandung pukul 13.00 (check-in hotel dan makan di Batagor Hanjuang)
  3. Berangkat untuk nyunset di Situ Cileunca 14.30 – 18.00 WIB
  4. Pulang hotel, makan malam di Iga Bakar si Jangkung
  5. Minggu pagi 03.30 WIB check-out dan berangkat ke Pangalengan
  6. Nyunrise di Cukul 04.30 – 08.00 WIB
  7. Kembali ke Bandung, makan di Warung Suluh dan cari Mie Kocok. Pukul 14.00 WIB kembali ke Jakarta

Untuk tempat tinggal, saya mendapatkan satu kamar hotel dengan kategori deluxe di daerah Cipaganti. Tepatnya di Hotel Nyland Cipaganti. So far untuk kelas hotel bintang 2, harga standard dan fasilitasnya cukup memadai. By the way aku tidak ambil gambar hotelnya. Karena merasa tidak ada yang menarik untuk diulas. Oh iya tambahan info breakfast tidak jadi satu. Pembayarannya terpisah, pantas murah hehe.

Setelah menyiapkan perlengkapan di hari Jumat malam dan beristirahat untuk berangkat di hari sabtu, akhirnya hari H tiba juga. Setelah selesai packing dan memastikan tidak ada yang tertinggal (yang akhirnya justru kelupaan bawa handuk), tarik gas motor ke arah Cawang. Yap, mampir sebentar untuk sarapan di Soto Garuda. Pagi-pagi ya nyoto dulu lah.

Icip-icip soto, kok enak eh lupa waktu. Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 WIB. Saya langsung segera bergegas menuju Bekasi dan ke arah Karawang Barat. Macet parah hampir 2 jam karena salah beberapa kali ambil jalur. Yaitu justru melewati terminal Bekasi dan melewati pusat kota Karawang. Haduh salah jalur, maklum biasanya langsung via Cikarang ke Cikampek tapi karena linglung ya begitu lah.

Pukul 11.30 saya baru sampai di arah Karawang – Cikampek, berhenti sebentar untuk isi bensin dan beli minuman sembari beristirahat. Setelah 5 menit leyeh-leyeh, saya melanjutkan perjalanan. Sebelum Cikampek saya ambil jalur ke arah Purwakarta melewati jalur industri. So pasti teman seperjalanannya adalah truk dan kendaraan besar, tapi saat itu tidak terlalu ramai untungnya.

Perlu berhati-hati karena jalanan banyak yang berlubang dan jika musim hujan kemungkinan besar sangat licin serta tergenang. Cuaca saat itu cukup panas dan menyengat. Jadi perlu menggunakan jaket dan sepatu jika takut gosong karena terpapar sengatan matahari. Hanya dalam waktu sekitar 1 jam saya sudah sampai di kota Purwakarta dan berhenti sejenak di pinggir jalan untuk merenggangkan otot yang kencang.

Dari kota Purwakarta menuju Padalarang, jalanannya khas jalur ular naga alias jalur pegunungan. Menanjak dan tiba-tiba menurun tajam tapi berkelok-kelok kanan kiri. Jadi sebaiknya tidak perlu beringas tarik gasnya, yang penting stabil dan berhati-hati. Selama perjalanan pastikan bensin cukup untuk jarak tempuh sepanjang 140 km. Tetapi santai saja karena di sepanjang jalan banyak kok stasiun si kuda laut. Berjaga-jaga jika seandainya perjalanan malam takutnya sudah pada tutup.

Angin sepoi-sepoi dan sejuk, pemandangan alam yang sangat hijau dari Kebun Teh Nasional, sinar matahari yang membias karena terhalang pepohonan pinggir jalan membuat perjalanan sangat meriah. Meski sendiri tapi tidak merasa jomblo sepi. Sebetulnya sih ngantuk, tapi rasa excited perjalanan mengalahkan rasa kantuk. Tidak terasa hampir 2 jam tarik gas dan kembali mengisi bensin di daerah Padalarang – Cimahi. By the way jalanannya aspal mulus dan pastinya sangat licin jika hujan, jadi tidak perlu ngebut.

Semakin sayang dengan si Honda Beat 2011 ini, iritnya memang ciamik. 1 liternya bisa untuk sekitar 50-60 km.

Tepat pukul 14.30 akhirnya sampai juga di Cimahi dan tarik gas agar segera sampai di hotel untuk check-in. Berbekal aplikasi Google Map saya menemukan jalur menuju hotel, tidak sampai 20 menit sampai juga. Langsung check-in meski sempat jengkel karena harus menunggu agak lama untuk konfirmasi dari Tiket.com. Masuk ke kamar dan mandi, lihat jam tangan eh sudah terlalu sore karena waktu sudah menunjukan hampir pukul 16.00.

Tidak berani ambil resiko ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi naik ke Situ Cileunca sore itu. Tapi lebih memilih di pagi harinya. Dibuat satu bundle dengan Cukul. Berhubung perut sudah nangis karena lapar, aku berniat ke Batagor Hanjuang yang berjarak sekitar 600m dari hotel. Tetapi sayang, sesampainya di sana justru lapaknya sudah tutup. Akhirnya beralih ke Warung Suluh (jaraknya cukup dekat, sekitar 10 menit jalan santai dari hotel).

Di Warung Suluh, langsung sikat makanan. Pesan nasi pandan ayam pepes jamur dan singkong bumbu serta teh tawar hangat. Porsinya banyak pisan euy, puas kenyang. Masalah rasa, Bandung dan Jogja itu masing-masih menyimpan pekatnya aliran budaya. Yang satu budaya Jawa dan yang satunya budaya Sunda. Sehingga bagi setiap orang yang peka akan kultur, seharusnya dapat merasakan cita rasa Sunda di setiap sudut kuliner kota ini.

Santap Siang Super Late di Warung Suluh

Saat kembali ke hotel, tiba-tiba hujan deras. Fiuh, untung juga sih tidak jadi ke Situ Cileunca. Tidak kebayang jika harus hujan-hujanan saat perjalanan ke atas. Hawa dingin kota ini mengingatkan kota asal, Salatiga. Mungkin bukan dingin sih hehe, karena saya sendiri tidak merasa perlu mengenakan jaket. Hawa sejuk. Tertidur pulas dan baru bangun pukul 20.00 lebih.

Karena target malam itu memang ke Iga Bakar si Jangkung, jadi tidak lagi buang waktu saya segera bergegas cuci muka dan jalan. Tidak jauh, hanya sekitar 10 menit jalan santai kok dari hotel. Sampai di sana, untungnya tidak terlalu ramai seperti yang saya baca di artikel-artikel. Semua menunya mengundang selera. Malam itu saya pesan iga bakar sapi hehe. Rasanya? Jos! Enak maknyus apalagi di saat kelaparan karena kelamaan tidur.

Setelah kenyang makan dan selesai membayar, saya kembali ke hotel untuk beristirahat. Sesampainya di hotel, saya merasa kurang puas jika hanya 1 hari di Bandung. Akhirnya buka Traveloka untuk extend 1 malam lagi di hotel yang sama. Memang sih Bandung dan Jogja itu saya rasa tidak dapat dinikmati dalam waktu satu hari. Nuansanya buat jatuh hati dan pengin berlama-lama.

Pukul 03.30 WIB lebih saya terbangun karena alarm smartphone, mandi dan bersiap-siap untuk tarik gas ke arah Situ Cileunca. Menurut artikel di internet, Situ Cileunca baru buka sekitar pukul 06.00 WIB dan dipungut bayaran sebesar Rp. 15.000,-. Saya menjadi agak skeptis apakah kira-kira dapat ambil gambar di Cileunca sebelum pukul 06.00. Tapi berhubung sudah kepalang basah (ya iyalah basah selesai mandi) saya tidak mau rugi. Apapun yang terjadi, pesta terus berlanjut!

Selfie di Perjalanan

Siap berangkat, waktu di jam tangan menunjukan sudah hampir pukul 04.00. Tarik gas di pagi buta itu sungguh menyenangkan. Hawa sejuk khas Kopeng Jawa Tengah. Cukup kencang saya menarik gas agar dapat mengejar sunrise. Jalurnya tidak membingungkan karena di sepanjang jalan banyak penunjuk arah ke Pangalengan. Sekencang-kencangnya naik motor tetap perlu berhati-hati, karena jalanannya cukup rusak hehe. Jarak yang perlu ditempuh sekitar 60km lebih. Pastikan stamina oke.

Nah yang menarik setelah sampai di tujuan, loketnya memang belum buka tapi gerbang portalnya tidak ditutup. Akhirnya masuk dengan gratis hehe. Lumayan irit duit deh, buat beli gorengan. Waktu sudah menunjukan pukul 05.15, saya segera bergegas menuju Danau setelah sebelumnya menyempatkan diri untuk pesan jahe hangat di warung. Puas jeprat jepret hampir 30 menit, saya kembali memacu motor menuju Cukul.

Perjalanan menuju sunrise spot memakan waktu hampir 1 jam, kenapa lama? Karena sepanjang perjalanan sedikit-sedikit berhenti untuk ambil gambar landscape. Pemandangan yang sangat jarang untuk dapat saya nikmati. Memandang indahnya kebun bahan baku minuman favorit masyarakat Indonesia. Sesampainya di area sunrise poin Cukul segera kembali mengabadikan beberapa momen. Asiknya berkendara sembari melihat barisan bukit kebun teh beserta rindangnya pepohonan. Lumayan banyak mengambil gambar di daerah Cukul sampai akhirnya waktu sudah menunjukan pukul 07.30.

Cuaca yang mendung namun juga cenderung cerah membuat saya semakin penasaran dengan spot foto di sekitar Situ Cileunca, eh bener banget ternyata keputusan untuk cari spot foto dan kembali ke Situ Cileunca. Awannya yang agak mendung tapi cahayanya masih oke banget menambah kecantikan alam di sekitar aliran sungai menuju Situ Cileunca. Tidak membuang waktu saya segera ambil gambar di sungai. Duh rasanya seger banget jadi pengin nyemplung ke sungai. Gimana tidak? Rindang serta hijaunya pohon di sekitar sungai plus air yang bersih dan bening menggoda iman untuk berenang hehe. Apalagi udaranya sejuk dan angin sepoi-sepoi.

Setelah puas hunting, saya segera kembali ke Bandung karena takut macet. Saat itu sudah hari minggu dan waktu menunjukan pukul 08.30. Perjalanan turun ke Bandung memakan waktu kira-kira kurang lebih 2 jam. Hanya sedikit macet ke arah hotel karena saat libur banyak warga lokal maupun wisatawan luar kota yang menuju ke Cihampelas. Sesampainya di hotel langsung mandi dan transfer gambar dari kamera ke laptop dilanjut tidur siang sampai sore.

Sebetulnya sayang sih kalau di Bandung hanya numpang tidur, tapi capeknya memang tidak tertolong lagi hehe. Sore hari terbangun gara-gara lapar, dan memang saatnya mencari santapan kuliner. Berbekal Google Map, nekat jalan kaki ke Cihampelas karena kebetulan instruksi dari Mbah Google di daerah tersebut banyak tersebar kuliner khas Bandung. Berhubung sudah sangat ngidam batagor akhirnya mampir makan batagor di warung pinggir jalan hehe.

Jika batagor sudah dirasa terlalu mainstream, saya turut mencoba Mie Kocok Bandung plus ceker. Nikmat serta gurihnya kuah Mie Kocok Ceker dipadukan dengan potongan dadu kikil dan ceker, beuh tiada tara. Kedua makanan tersebut rasanya cocok di lidah, maklum lidahku hanya dapat mengeja enak dan enak banget hehe. Masih kurang nendang? Malam harinya saya mengulang Iga Bakar si Jangkung dengan menu iga bakar kambing *fiuh untungnya lingkar perut tidak melebar*

Mie Kocok Kikil Plus Ceker

Puas banget solo traveling di Bandung di long weekend kemarin. Rasanya masih membekas dan ingin mengulang, kapan lagi ya dapat solo traveling seperti ini? ? Pagi hari pukul 07.30 saya segera bergegas kembali ke Jakarta melewati jalur yang sama seperti saat berangkat. Perjalanan cukup lancar, hanya sempat macet ke arah Cimahi. Selepas Cimahi perjalanan sangat lancar dan sampai di Jakarta sekitar pukul 11.30 dengan selamat serta utuh.

Rincian rute dan biaya selama perjalanan :

  • Rute PP cek di sini
  • PP bensin Rp 35.000,-
  • Makan variatif (tergantung tempat sebetulnya), kira-kira sekitar Rp 150.000,-
  • Hotel 2 malam promo Tiket.com dan Traveloka, total Rp. 525.000,-
  • Jajan snack gorengan dan lain-lain Rp. 30.000,-

Mungkin jika berdua lebih enak karena dapat sharing cost. Namun jika seandainya sendiri juga masih worth it kok. Eh sialnya di Iga Bakar si Jangkung juga kelupaan terus untuk pamer fotonya hehe, ya mungkin memang harus mengulang liburan lagi. By the way hasil jepret aku posting di selebaran posting selanjutnya hehe. Jadi liburan panjang kemarin kamu ngapain, di mana, dan sama siapa? Happy artventure!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.