Random #11

Jika sudah saatnya, aku bertaruh ia hanya akan meminta sekali.
Ucapnya dengan berani.
Langkahnya yang pasti.
Tatapannya tiada benci.
Harapannya penuh dengan arti.
Untuk membuatmu terkenang seumur hidup, karena hidupmu hanya sekali.

Kalau kamu merasakan karena terbiasa.
Apakah sepimu adalah karena terbiasa?

Hanya bias warna.
Meski itu adalah sebuah rasa.

Mungkin jika ada kesempatan bolehlah diberi.
Siapa tau di wajahmu dapat terukir senyum seri.
Karena ada pepatah, berdua lebih baik daripada sendiri.
Dan, pintanya datang hanya sekali.

Kamu manis jika tersenyum.
Yang dipuja.

Apakah kamu tahu persamaan antara matahari terbit dengan matahari terbenam? Bahwa tidak satupun dari mereka yang dapat sepertimu, kamu dapat menerbitkan harapan dan dapat menenggalamkan asa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.