Tutorial Foto Milkyway dengan Mirrorless / DSLR?

Judulnya murahan ya? Biar gampang search di Google dan mendapat ranking di Alexa haha. Sudah setengah tahun lebih, lensa ultrawide 12mm Samyang menjadi andalan dan selalu nangkring di body Sony ∝6000 tercinta. Awal beli memang ditujukan untuk menangkap penampakan Milkyway yang konon mistis hanya muncul ketika bulan mati. So, why I should use Samyang lens which have focal length 12mm f2.0?

Menurut saran para master di lapangan (please refer to Flickr), lensa yang sebaiknya digunakan adalah lensa wide (ultra-wide / fisheye) dan memiliki aperture bukaan besar. Karena object yang ditangkap itu menyerupai landscape dan foregroundnya gelap alias langit malam yang jelas low light. So agar dapat menyerap cahaya dengan baik, kudu pakai ISO besar dan low shutter-speed plus aperture yang besarnya < f4.0.

Kalau tidak percaya, coba cek di postingan para suhu. Sudah terbukti hehe, thanks juragan!

  1. Mas Wira Nurmansyah, tips singkat, padat, dan jelas.
  2. Mas Rifki Setya, learn astrography.

Nah ISO rata-rata yang digunakan untuk sensor APS-C adalah sekitar 2000 – 6400. Shutter-speednya di sekitar 10-20 detik. Tapi ini adalah nilai relatif ya, tergantung kondisi di lapangan apakah cahaya cukup atau kurang tapi semakin gelap milkyway semakin jos hehe. Karena milkyway selain muncul di saat bulan mati juga, semakin jelas terlihat ketika tidak ada polusi cahaya di langit malam. Itulah kenapa lebih mudah mengambil gambar di pantai dan gunung yang masih belum ternodai kesuciannya oleh cahaya *halah*

Oh ya, satu lagi wajib menggunakan jarak focus manual hingga infinite (∞), Kenapa? Karena jarak bintang di langit dengan lensa kamera itu undefined, jadi hampir tidak mungkin untuk menggunakan autofocus. Coba aktifkan fitur peak focus jika ragu. Jika kamera support RAW, tidak ada salahnya menggunakan format RAW agar nanti saat post-edit lebih oke. Cuma ya itu, memori siap-siap membengkak.

Common manual setting dapat dicoba sendiri ya. Untuk setting di Sony dengan kamera lain mungkin berbeda, apalagi kalau situ punya full-frame or medium format huehehehe *ngelap iler* :

smilies_fb5ogiicfbwj.gif

  1. Daerah tanpa polusi cahaya
  2. Tripod, kecuali tangan tidak menghasilkan ‘vibrasi’
  3. Widest focal-length, 10-24mm
  4. Widest aperture f2.0 – f4.0
  5. ISO 2000 – 6400
  6. Low shutter speed 10-20 seconds
  7. Manual focus, set to infinite ∞

Hasil jepretan waktu family trip di Bromo – Penanjakan 1 pukul 01.00 (post-edit menggunakan Google Snapseed di smartphone)

Gapura Bintang
Aku dan Bintang
Nonton Bintang kok Sendirian Ajah?

*Extra tips1 : bawa senter, pakaian hangat, handphone, dan teman.
*Extra tips2 : untuk mengetahui fase bintang dan bulan bisa refer ke aplikasi Stellarium.

2 thoughts on “Tutorial Foto Milkyway dengan Mirrorless / DSLR?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.