Dinas di Malaysia

Berasa lama, lihat kalender sudah tanggal 24. Yeay besok natal dan pertanda sudah dekat untuk pulang ke Indo. Yap, 2 minggu ini di Malaysia untuk tugas kantor. Dalam 2 minggu ini juga dapat banyak ilmu baru (yang menurut saya dan Tech Lead adalah ilmu hitam haha). Yah lumayan lah buat tambah-tambah pengalaman, mumpung gratis pergi study tour ke Malaysia. Hal-hal yang berkesan, hari pertama sampai langsung dari KLIA ke kondo, makan di restoran Piccadilly. Nah tempat makan ini akhirnya juga jadi langganan untuk makan malam dan weekend.

Berlanjut di tempat kerja, so far saya senang-senang aja. Banyak yang bisa dipelajarin, kantornya juga ramai jadi tidak berasa kosong. Project di sini masih tetap untuk Maybank, cuma sekarang yang regional punya. Supportnya lebih luas yaitu untuk Hong Kong, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapore. Teknologi tidak jauh beda dengan (BII) Maybank Indonesia. Beberapa kali meeting di Menara Maybank KL dan yang paling menyiksa adalah kudu fasih Inggris. Padahal Inggrisku pas-pasan haha.

Masih seputaran di tempat kerja, akhirnya seminggu ini saya merasakan yang namanya ‘dicambuk’ ahaha. Prove of Concept untuk BNP Paribas *katanya kalau POC nanti di Singapura* Kerjaannya multitasking ngoding sambil setup environment. Untungnya Tech Lead Indo di project sebelumnya diimport juga ke Malaysia, jadi bisa banyak tanya-tanya soalnya saya sendiri masih belum paham benar best practice aplikasi RCMS ini. Bisanya cuma merusak lalu compile dan error. Anyway, seru sih karena biar lembur tambah juga projectnya. Kalau kerja bagus siapa tahu dipakai lagi kalau POC *sok banget*

Untuk transportasi dan lingkungan garis besarnya SANGAT BEDA. Di Petaling Jaya, daerah saya tinggal dan ngantor sangat rapi serta bersih. Di sini ibaratnya ya semacam Tangerang Bintaro gitu. Transportasinya nampak ciamik dan berteknologi, karena LRT di sini bagus-bagus dan tidak bobrok *uhuk ndeso* Bus dan kendaraan lain (kecuali taksi) juga lebih apik. Tempat tinggal, rumah di sini besar-besar dan rapi karena dibuat blok-blok. Jadi jikapun itu kampung berasa tinggal di Raffles Hill. Kalau makan tidak beda jauh, cuma di sini susah cari makanan sayur berkuah macam lodeh dan sayur asem.

Ya sebagus-bagusnya negeri orang dan dapat uang oversea *yang konon katanya sejibun* dari perusahaan multi tetap saja tidak bisa menahan rasa ingin pulang. Secara cinta Indonesia gan *work is not only about money but also gratitude katanya* Cari uang okelah, tapi selama 2 minggu ini saya selalu teringat tanah air. Buruan donk tanggal 1 mau pulang nih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.