Procore, Adapter Canon EF to NEX

Sebagai seorang pemula alias greenhorn di dunia penikmat fotografi, jepret menggunakan adapter adalah salah satu pengalaman baru yang menyenangkan serta membuka wawasan *cielah*. Tadinya padahal sempat berpikir “halah wong cuma punya kamera Sony ya udah pakai lensa Sony saja”, tapi setelah mencoba adapter jadi ketagihan explore pakai lensa merk tetangga terdekat (Canon) hehe. Nah salah satu merek adapter yang saya coba adalah Procore.

Procore merupakan salah satu produk 3rd party adapter untuk camera Sony khususnya dari keluarga NEX dan Alpha. Harganya sendiri saya rasa cukup terjangkau, untuk yang tanpa booster dihargai 1.2 juta rupiah sedangkan yang dengan booster dibanderol 2.2 juta. Untuk harga saya ambil rujukannya dari Focus Nusantara ya (tempat langganan selain DOSS). Harganya jauh dibandingkan dengan merk Metabone punya. Harga jarang bohong hehe, seharusnya Metabone lebih bagus. Tapi Procore sendiri menurut saya sudah lebih dari cukup.

Kenapa sudah lebih dari cukup? Procore sudah mendukung fitur AF (hanya saja jangan berharap AF smooth, cepat, dan akurat), package box mudah dibawa (bonus obeng kecil lho siapa tau butuh bongkar-bongkar), barangnya tidak tampak murahan (presisi, cat rapi, kokoh seperti body lensa Sony, dan ringan), dan untuk yang seri booster aperture dapat dimaksimalkan hingga 1 stop. EF 85mm F1.8 mampu dimaksimalkan hinggal F1.3. Lumayan lah dapat creamy bokehnya di kamera saya hehe. Berhubung kakak, teman, dan sepupu kebanyakan punya kamera Canon jadinya enak banget untuk eksperimen *pinjam lensa maksudnya*

Anyway, Procore tidak hanya support lensa Canon EF atau Full-frame namun juga support untuk lensa Tamron Canon. Yang sementara sukses dicoba adalah Tamron 70-300mm. Untuk yang Tamron 17-50mm F2.8 konstan vignettenya sangat tebal, kemungkinan lensa tersebut hanya untuk APS-C Canon. Dari beberapa hasil jepretan dengan lensa Canon EF, vignettenya halus dan hampir tidak tampak (hanya tampak jika dilihat dengan benar-benar fokus di setiap sudut foto). EXIF lensa yang saya coba semuanya dapat terbaca dengan baik meskipun antara body dan lensa ‘ditengahi’ oleh adapter ini.

Gara-gara adapter jadi serius belajar manual focus, berasa belajar nembak pakai senapan. Masih merasa susah untuk dapat titik fokus apalagi kalau objeknya bergerak. Namanya juga baru belajar, pasti butuh waktu hehe. Harapannya sih semoga kedepannya teknologi adapter untuk AF dapat dibenahi protokol komunikasi antara body dengan lensanya sehingga lebih smooth, cepat dan akurat. Sony ∝6000 punya saya jadi keliatan ‘macho’ gara-gara lensa Canon lebih besar dari bodynya *elus elus si Sony* 😀

–hasil jepretan–

Procore EF 50mm
Aperture Booster f1.3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.