Jenuh Menunggu

Lama, jenuh, membosankan identik dengan judul posting ini. Barang siapa yang doyan dengan kata menunggu sejatinya adalah orang yang sabar. Sayangnya saya bukan salah satunya.

Menunggu tidak akan terasa bosan ketika dijalani, berusaha, dinikmati, dan lain sebagainya yang dirasa ‘sok’ bijak dan sabar hehe. Ya menunggu itu ada prosesnya juga.

Sebagai contoh, saat ini saya sedang menunggu motor si hitam kesayang diservis. Sebagai prosesnya aku membawa si Beat ke bengkel dari kosan dan cek kondisinya dari masuk hingga selesai. Ya motor saya tidak akan beres dengan sendirinya kalau saya hanya diam di kosan dan tidak bergerak.

Menunggu si motor selesai, melihat montir memperbaiki. Dari proses dan usaha mendapatkan hasil. Tidak ada dalam kamus kehidupan versi saya bertitah bahwa sekedar menunggu akan membuahkan hasil. Sama halnya dengan mengejar hati seorang wanita. Jangan menunggu untuk mendapatkannya karena wanita tersebut juga menunggu untuk didapatkan.

Kalau hanya diam termenung, sang wanita akan dihampiri oleh pria yang tidak sedang menunggu. Ya menunggu bukan ditujukan untuk ditunggu namun untuk diisi. Sambil teler tunggu motor diservis saya kembali ngeblog. Fiuh!

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.