Salatiga Pandanganku, Terekam dalam Foto

Tidak perlu diblow up karena kota yang kecil ini hanya menyimpan ketenangan. Tidak perlu terkenal karena orang akan mengenal dengan kesunyiannya. Tidak perlu sensasi karena kesederhanaan adalah salah satu ciri khasnya. Salatiga, kota kecil kampung halaman saya. Entah kenapa, menginjakkan kaki di sini selalu menjadi punya pemikiran untuk pensiun dini. Kota dengan sejuta keharmonisan dan keserasian. Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, atheis, tidak peduli apapun yang disembah kota ini menjanjikan ketenangan dan ketentraman. Alamnya, tiada laut maka gunung pun memanggil.

Salatiga memang hati beriman. Konflik bukan nama belakang kota ini, angkara bukan sifat kota ini, kesombongan bukan agama kota ini. Seolah itu semua adalah warna dari kampung halaman saya.

Tenang
Hijau Menguning
Hamparan Padi
Mata Memandang

One thought on “Salatiga Pandanganku, Terekam dalam Foto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.